KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang memperkuat peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui pengukuhan kepengurusan baru tingkat kabupaten. Kepengurusan tersebut melibatkan sekitar 38 hingga 40 perwakilan dari berbagai kecamatan.
Kepala Seksi Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Aci Sulastriyana, mengatakan kepengurusan baru tersebut diharapkan menjadi penggerak promosi sekaligus pengelolaan destinasi wisata yang lebih terintegrasi.
“Alhamdulillah, belum lama ini kita baru saja melantik Ketua Pokdarwis baru. Dari pelantikan itu terbentuk susunan kepengurusan baru sekitar 38 sampai 40 orang yang diambil dari masing-masing Pokdarwis kecamatan,” ujar Aci, Rabu (4/11/2026).
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendorong setiap kecamatan yang memiliki potensi wisata untuk membentuk kepengurusan Pokdarwis secara mandiri.
Menurutnya, keberadaan kelompok tersebut penting karena berperan langsung dalam operasional harian dan pengembangan destinasi wisata di wilayah masing-masing.
Selain penguatan organisasi, Disporabudpar Kabupaten Tangerang juga mengagendakan pembinaan rutin sejak awal tahun. Kegiatan tersebut meliputi konsolidasi organisasi, penyusunan konsep wisata, hingga aktivitas luar ruang.
“Dalam satu tahun sekali, kita sudah mengagendakan pembinaan Pokdarwis di awal tahun melalui kegiatan konsolidasi organisasi mitra pariwisata untuk memfasilitasi gagasan dan konsep mereka,” kata Aci.
Ia menjelaskan, fokus pembinaan saat ini mencakup pemulihan destinasi wisata alam yang mulai sepi pengunjung, antara lain Tebing Koja. Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan kawasan pesisir utara, seperti Mangrove Muara.
Kawasan tersebut diarahkan menjadi destinasi penelitian, edukasi, dan wisata air dengan mengangkat potensi budaya lokal.
“Kita akan menggali potensi budayanya, budaya lokalnya kita tampilkan, pariwisatanya dan Mangrove Muaranya kita tonjolkan melalui program jelajah wisata air,” jelasnya.
Aci menambahkan, keberadaan Pokdarwis mulai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat. Salah satunya terlihat dari penataan sarana dan prasarana di kawasan wisata religi Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler.
Sementara itu, di kawasan Kronjo, masyarakat mulai mengolah buah mangrove menjadi berbagai produk makanan dan minuman, seperti sirup, keripik, dan camilan untuk dijadikan oleh-oleh.
“Sangat bermanfaat sekali. Dengan adanya Pokdarwis ini, mereka tentu dapat mengelola destinasi wisata tersebut dengan lebih baik. Di Mangrove Muara, buah mangrove diolah menjadi keripik dan stick mangrove. Artinya, kegiatan ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” terang Aci.
Disporabudpar Kabupaten Tangerang juga memastikan pembinaan, pemantauan, dan pelibatan Pokdarwis tetap menjadi program prioritas hingga 2027.
Pengembangan ke depan akan difokuskan pada perluasan keanggotaan serta mendorong lahirnya destinasi wisata unggulan di setiap kecamatan.
“Jadi kita berharap Pokdarwis ini akan terus menambah anggota dengan memunculkan destinasi wisata baru. Harapan kita, setiap kecamatan nantinya memiliki wisata-wisata unggulan,” pungkas Aci.
Editor: Aas Arbi












