CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Tandon BBS 3 di Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, diusulkan menjadi ruang terbuka publik (RTP) setelah menjalani normalisasi sedimentasi selama 30 hari.
Kawasan tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga hingga rekreasi keluarga.
Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi mengenai rencana pemanfaatan kawasan sekitar tandon setelah proses pengerukan selesai.
Namun, menurutnya, aspek keamanan menjadi prioritas sebelum kawasan tersebut dikembangkan lebih lanjut.
“Kami utamakan untuk memberikan keamanan dulu,” kata Nurul, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, dalam jangka pendek, kawasan tandon direncanakan dilengkapi pagar pengaman untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Sementara itu, dalam jangka panjang, Tandon BBS 3 diharapkan dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka publik yang dilengkapi fasilitas jogging track.
Fasilitas tersebut direncanakan ramah bagi seluruh kelompok usia, mulai dari lanjut usia (lansia), remaja, hingga anak-anak.
“Rencana jangka panjangnya dijadikan RTP, jogging track. Mereka ingin ada jogging track ramah lansia, remaja, anak. Cuma belum tahu nanti seperti apa,” ujarnya.
Selain itu, untuk pemanfaatan jangka pendek, kawasan tersebut juga direncanakan ditanami tanaman produktif, seperti sayuran dan buah-buahan.
Nurul turut mengapresiasi normalisasi Tandon BBS 3 yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Alhamdulillah, Pak Wali Kota mengerahkan armada, beko, dan dump truck pribadinya untuk pengerukan sedimen selama 30 hari,” katanya.
Dari proses normalisasi tersebut, sedimentasi yang berhasil diangkut mencapai sekitar 3.000 meter kubik. Pengerukan dilakukan dengan kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter.
Meski demikian, Nurul berharap normalisasi tandon juga diikuti pembenahan infrastruktur drainase di kawasan BBS.
Salah satu titik yang dinilai perlu mendapat perhatian adalah saluran drainase di Jalan Pepaya yang membutuhkan pelebaran.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran proses pengerukan sedimentasi.
Menurutnya, dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat penting untuk menjaga fungsi tandon sekaligus mengurangi risiko banjir di lingkungan sekitar.
Nurul menambahkan, masyarakat menyambut positif program normalisasi tersebut karena diharapkan memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan warga sekitar.
Editor: Aas Arbi












