slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Love Story: Suami Manja, Hidup Serasa di Penjara

Redaksi by Redaksi
14-02-2017 11:56:08
in Berita Utama, Umum
Love Story

Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

MARKONAH (37), bukan nama sebenarnya, sebetulnya termasuk salah satu wanita paling beruntung di dunia. Bagaimana tidak, wanita bertubuh jangkung dan berambut ikal asal Lebak tersebut dipinang laki-laki kaya, anak pengusaha pula asal Tangerang. Lelaki tajir itu, sebut saja Deden (36) yang setahun lebih muda dari Markonah.

Namun, kebahagiaan yang didambakan Markonah dari Deden selama tujuh tahun membangun mahligai rumah tangga tak kunjung didapatkan. Bukan karena Deden tak setia atau kurang perhatian, melainkan sifat manja Deden terhadap orangtua yang membuat Markonah tertekan.

Baca Juga :

Love Story: Anak Dimanjakan, Istri Terlupakan

Love Story: Manjakan Anak Tiri, Kok Mertua Iri

Love Story: Sudah Main Susuk, Hati Ditusuk-tusuk

Love Story: Bigos dan Garang, Tetap Tersayang

“Deden itu hidupnya ketergantungan sama orangtua. Hidup serasa di penjara karena apa-apa harus ngikutin semua kemauan mertua,” keluh Markonah. Loh-loh, kok gitu?

Menurut Markonah, Deden orangnya tidak bisa bekerja mencari nafkah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka di rumah, hanya mengandalkan mertua. Itu karena sang mertua sepertinya tahu betul kondisi Deden yang dinilai agak terbelakang. Bukan berarti Deden idiot, melainkan cara berpikir suaminya itu sedikit agak lamban.

Fisiknya tinggi besar, tetapi tak sejantan lelaki kebanyakan. Meskipun secara wawasan atau pengetahuan Deden, diyakini Markonah sedikit bisa diandalkan dan dimanfaatkan teman-temannya.

“Mas Deden sekarang ikut kerja di perusahaan orangtuanya di Tangerang. Tapi, gajinya sama dengan karyawan lain. Rada heran juga, orangtuanya ini mendidik apa pelit benaran,” ujarnya penasaran. Eits, dosa loh menuduh begitu. Kalau pelit, Teteh enggak bakal dinafkahi mertua dong? “Iya ke situnya sih,” sanggahnya.

Beruntung, dari Deden ada yang masih bisa dibanggakan Markonah. Meskipun sering dikerjai teman-teman kerjanya, padahal karyawan lain juga tahu kalau Deden anak bos, tapi Deden hobinya baca koran dan selalu menelusuri berita-berita teraktual. Jadi, ketika ada yang bertanya, suaminya itu lebih banyak tahu.

“Ya, Kang Deden di situnya pintar. Tapi, kan tetap saja, banyak tahu kalau enggak bisa cari duit, terus ngandalin orangtua, percuma,” ketusnya.

Kondisi itu, membuat kehidupan Markonah dan Deden serasa kaya rasa sederhana. Artinya, secara fisik kaya, tapi tak bisa dinikmati oleh Markonah. Walaupun sudah dibangunkan rumah dan diberi kendaraan oleh mertua, tapi Markonah tetap merasa ada yang beda. Soalnya, hidup selalu harus mengikuti setiap petuah dan aturan mertua. Kemudian, gaji bulanan Deden tak jauh beda dengan karyawan biasa sehingga pendapatannya pas-pasan. Dapat biaya tambahan dari mertua, tetapi ditakar setiap bulan. “Masa, orang kaya makan seadanya? Sayur saja yang diminta Kang Deden. Katanya, sehat sesuai nasihat orangtua. Alah, alasan. Bilang saja hemat,” kesalnya.

Situasi itu membuat Markonah terbelenggu. Serasa tidak memiliki suami karena kehidupan rumah tangganya terus diatur-atur mertua. Apa yang diminta orangtuanya tak pernah dibantah Deden. Kadang perilaku Deden juga seperti anak kecil. Seperti minta jajan dan kalau dimarahi orangtuanya berakhir dengan tangisan.

“Kang Deden disuruh apa-apa sama orangtuanya, menurut saja. Cengeng juga. Sebal kan? Giliran istri minta ini itu, banyak alasan. Katanya, harus dikonsultasikan dulu ke orangtuanya. Kesal jadinya,” kesalnya. Konsultasikan bagaimana?

Markonah pun mencontohkan, dirinya pernah ingin membeli perhiasan dari gaji bulanan Deden yang pas-pasan pemberian orangtuanya seperti kalung, gelang, dan anting. Markonah tidak serta-merta langsung membelinya. Terlebih dahulu diberitahukan Deden kepada mertua. Jika sang mertua oke, baru perhiasan itu bisa dibeli. Kalau tidak dituruti, mertua bisa menghentikan uang tambahan buat Deden untuk biaya hidup rumah tangganya dengan Markonah. Atau bahkan memberhentikan Deden dari pekerjaannya. Situasi itu membuat Deden yang memang masih berperilaku manja, terpaksa menuruti apa mau orangtuanya.

“Kang Deden tuh enggak punya prinsip. Apa-apa bilang bapaknya. Kayak anak kecil. Jangan-jangan kita mau begituan juga, konsul dulu sama bapaknya,” tukasnya. Enggak segitunya kali Teh.

Tapi, kok Teteh mau nikah sama Kang Deden dulu? Diceritakan Markonah bahwa pernikahannya dengan Deden berlangsung akibat dijodohkan. Kebetulan, orangtua Markonah bekas karyawan orangtuanya Deden, sebut saja Suratman. Menyadari anaknya sedikit kekurangan, Suratman merencanakan perjodohan itu. Hasilnya, Markonah yang memang perawan tua terpilih dan dinilai cocok mendampingi Deden sebagai istri.

Markonah mengaku, awalnya tertarik begitu pertama melihat Deden. Selain kaya, secara fisik Deden lumayan ganteng, perawakannya juga memadai, sama-sama jangkung. Markonah tak sadar kalau cara berpikir Deden sedikit lamban.

“Saya langsung setuju begitu melihat Kang Deden. Sudah ganteng, kaya, apalagi coba?” ujarnya. Eeaaa, matrealistis juga. “Bukan begitu, enggak baik kan membantah orangtua. Lagian, saya ingin nyenengin orangtua, siapa tahu kalau nikah sama orang berada, bisa bantu-bantu nantinya,” kilah Markonah.

Ternyata, apa yang diharapkan Markonah dari Deden tak sesuai rencana. Bukan hanya membuat hidup Markonah serasa di penjara, Deden juga tak bisa menunjukkan kejantanannya. Terbukti, Markonah sampai saat ini belum juga memberikan keturunan. Kondisi itu pun sempat membuat kedua orangtua Deden berang. Bahkan, menyalahkan kalau Markonah memiliki kelainan. Gara-gara demikian, tak jarang Markonah mendapat sindiran-sindiran pedas dari pihak keluarga Deden. Rasa sakit hati itu pun terus dipendam Markonah sampai saat ini.

“Kadang ingin pergi jauh. Tapi, kasihan juga sama suami. Dia begitu, kan salah orangtua juga menurut saya,” ujarnya. Sabar ya Teh. Nanti juga ada waktunya Kang Deden sadar dan bisa berpikir dewasa. (Nizar S/Radar Banten)

Tags: Love Story Februari
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Formulir C6 Telah Tersalurkan, Panwaslu Cilegon: Ada 835 Pemilih Tak Penuhi Syarat

Next Post

55 TPS di Kabupaten Pandeglang Terkena Banjir

Related Posts

Love Story
Berita Utama

Love Story: Anak Dimanjakan, Istri Terlupakan

by Redaksi
Kamis, 2 Maret 2017 11:26

ALIH-alih bakal mendapat keuntungan, malah berujung kecemburuan. Setelah melewati hadangan mertua yang sempat mencoba menjadi duri dalam rumah tangga, tak...

Read moreDetails

Love Story: Manjakan Anak Tiri, Kok Mertua Iri

Love Story: Sudah Main Susuk, Hati Ditusuk-tusuk

Love Story: Bigos dan Garang, Tetap Tersayang

Love Story: Nyelonong, Surti Jadi Janda ’Bodong’

Love Story: Status Santri Suami Harus Diklarifikasi

Love Story: Main Rapi untuk Membohongi Istri

Love Story: Wajah Cantik Tak Seberuntung Nasib

Love Story: Dari Fantasi, Lama-lama Main Hati

Love Story: Digoda Kawan, Rumah Tangga Berantakan

Next Post
55 TPS di Kabupaten Pandeglang Terkena Banjir

55 TPS di Kabupaten Pandeglang Terkena Banjir

132.741 Surat Suara Rusak Dimusnahkan

132.741 Surat Suara Rusak Dimusnahkan

Surat C6 di Kabupaten Serang Sudah Didistribusikan

Surat C6 di Kabupaten Serang Sudah Didistribusikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Liburan ke Curug Putri Carita

Ketua DPRD Pandeglang Tb Agus Khatibul Umam Ajak Keluarga Liburan ke Curug Putri Carita

Minggu, 31 Mei 2026 21:48
Waspadai Ombak Besar

Pantai Lebak Selatan Diserbu Wisatawan, Balawista Imbau Pengunjung Waspadai Ombak Besar

Minggu, 31 Mei 2026 21:38
Telkomsel Genap 31 Tahun, Fokus Inovasi Digital dan Penguatan Layanan Pelanggan

Telkomsel Genap 31 Tahun, Fokus Inovasi Digital dan Penguatan Layanan Pelanggan

Minggu, 31 Mei 2026 21:35
Pelatihan Jurnalistik LDII Ajak Gen Z Berkontribusi Sebarkan Informasi Positif tentang LDII Banten

Pelatihan Jurnalistik LDII Ajak Gen Z Berkontribusi Sebarkan Informasi Positif tentang LDII Banten

Minggu, 31 Mei 2026 20:43
PT PWI II PHK Pegawai

Hindari Kerugian, PT PWI II Lakukan PHK 96 Pegawai

Minggu, 31 Mei 2026 20:41
Pajak UMKM 2026

Daftar Usaha yang Masih Bisa Menggunakan Pajak UMKM 0,5 Persen di 2026, Yuk Kepoin!

Minggu, 31 Mei 2026 19:51
Liburan ke Curug Putri Carita

Ketua DPRD Pandeglang Tb Agus Khatibul Umam Ajak Keluarga Liburan ke Curug Putri Carita

Minggu, 31 Mei 2026 21:48
Waspadai Ombak Besar

Pantai Lebak Selatan Diserbu Wisatawan, Balawista Imbau Pengunjung Waspadai Ombak Besar

Minggu, 31 Mei 2026 21:38
Telkomsel Genap 31 Tahun, Fokus Inovasi Digital dan Penguatan Layanan Pelanggan

Telkomsel Genap 31 Tahun, Fokus Inovasi Digital dan Penguatan Layanan Pelanggan

Minggu, 31 Mei 2026 21:35
Pelatihan Jurnalistik LDII Ajak Gen Z Berkontribusi Sebarkan Informasi Positif tentang LDII Banten

Pelatihan Jurnalistik LDII Ajak Gen Z Berkontribusi Sebarkan Informasi Positif tentang LDII Banten

Minggu, 31 Mei 2026 20:43
PT PWI II PHK Pegawai

Hindari Kerugian, PT PWI II Lakukan PHK 96 Pegawai

Minggu, 31 Mei 2026 20:41
Pajak UMKM 2026

Daftar Usaha yang Masih Bisa Menggunakan Pajak UMKM 0,5 Persen di 2026, Yuk Kepoin!

Minggu, 31 Mei 2026 19:51

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Liburan ke Curug Putri Carita

Ketua DPRD Pandeglang Tb Agus Khatibul Umam Ajak Keluarga Liburan ke Curug Putri Carita

by Purnama Irawan
Minggu, 31 Mei 2026 21:48

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang Tb Agus Khatibul Umam mengajak keluarganya liburan ke Curug Putri, Kecamatan Carita, Kabupaten...

Waspadai Ombak Besar

Pantai Lebak Selatan Diserbu Wisatawan, Balawista Imbau Pengunjung Waspadai Ombak Besar

by Nurabidin
Minggu, 31 Mei 2026 21:38

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Libur panjang lebaran Idul Adha 1447 Hijriah dan Hari Raya Waisak 2026 dan Hari Lahir Pancasila pada 1...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak