SERANG, RADARBANTEN.CO.ID— Ketua DPP LDII, Rulli Kuswahyudi, mengajak generasi muda atau Gen Z untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Menurut Rulli, perkembangan era digital telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat dari media cetak menuju media sosial dan platform digital. Kondisi tersebut membuat generasi muda menjadi kelompok yang paling akrab dengan teknologi dan paling aktif menggunakan media sosial.
“Hal ini membuat anak muda semakin melek teknologi dan menjadi pengguna media sosial yang paling aktif,” ujar Rulli saat membuka Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar LDII Banten di Kramatwatu, Kabupaten Serang, Jumat (29/5/2026).
Rulli menyoroti fenomena post truth yang muncul akibat keterbukaan informasi di era digital. Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat kerap lebih mudah mempercayai disinformasi dibanding fakta.
“Post truth bukanlah kebenaran berdasarkan fakta, melainkan pembentukan persepsi melalui pengulangan informasi secara terus-menerus yang dapat memengaruhi pandangan publik,” jelasnya.
Karena itu, Rulli mendorong warga LDII, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan literasi digital dan meramaikan media sosial dengan konten positif. Ia menegaskan pentingnya menyaring informasi berdasarkan fakta sebelum membagikannya.
“Bijak bermedia sosial berarti mampu memverifikasi informasi terlebih dahulu sebelum menyebarkannya,” tegas Rulli.
Senada dengan itu, Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII, Ludhy Cahyana, menyarankan generasi muda untuk membiasakan membaca berita dari media kredibel sebelum mengakses media sosial. Menurutnya, media sosial lebih banyak memuat opini pribadi dibanding informasi institusional sehingga lebih rentan menjadi sarana penyebaran informasi yang menyesatkan.
“Media sosial sulit dipilah antara informasi benar dan salah. Fenomena post truth memanfaatkan media sosial untuk memengaruhi opini publik,” ujarnya.
DPP LDII juga mendorong generasi muda tidak hanya menjadi konsumen media sosial, tetapi menjadikannya ruang untuk berkarya sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Rulli menilai dunia digital dapat menjadi ladang amal saleh melalui penyebaran informasi positif mengenai kegiatan LDII lewat karya jurnalistik.
Ia juga mengapresiasi kinerja LDII News Network (LINES) Banten yang berada di bawah naungan Biro Komunikasi, Informasi, dan Media DPW LDII Banten. Rulli berharap regenerasi dan kaderisasi jurnalis muda LDII terus berjalan melalui pelatihan yang terarah.
“Pelatihan seperti ini perlu menjadi wadah bagi generasi muda untuk diarahkan pada aktivitas positif sekaligus menjadi sarana kaderisasi,” katanya.
Pelatihan yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 tersebut mengusung tema “Optimalisasi Peran Generus LDII dalam Penguatan Literasi dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital”. Peserta berasal dari delapan DPD LDII kabupaten/kota, sekolah, hingga Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) di bawah naungan LDII Banten.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tomo Sumito, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendorong generasi muda untuk aktif menginformasikan berbagai kegiatan LDII mulai dari tingkat PAC, PC, DPD, hingga DPW.
“Saya berharap para peserta dapat menjadi kader organisasi yang mampu berkontribusi di lingkup LDII Banten,” ujarnya.
Dimo juga berharap hasil pelatihan jurnalistik tersebut mampu mendukung publikasi berbagai aktivitas institusi di bawah naungan LDII Banten, seperti sekolah, pondok pesantren, maupun kerja sama LDII dengan berbagai organisasi lainnya.
Dalam pelatihan itu, sebanyak 60 peserta utusan DPD LDII kabupaten/kota se-Banten menerima materi mengenai jurnalisme daring, televisi, fotografi dan videografi jurnalistik, serta produksi konten media sosial.
Reporter: Aas Arbi










