SERANG – Tahun ini, Pemkot Serang menggelontorkan Rp51,07 miliar untuk penanggulangan kemiskinan. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Djoko Sutrisno menyatakan, anggaran itu terdiri atas enam program prioritas, yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial, pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan pangan yang tersebar di sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Serang.
Kesembilan OPD tersebut, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi, serta Dinas Pertanian.
Alokasi paling besar terdapat pada program kesehatan, yakni Rp30,45 miliar. “Salah satu yang besar adalah untuk peserta JKN (jaminan kesehatan nasional),” ujarnya.
Diketahui, dari 625.307 jiwa penduduk Kota Serang, 6.206 orang di antaranya paling miskin. Dari jumlah itu, 2.697 orang di antaranya berada di Kecamatan Kasemen.
Kepala Seksi Statistik Sosial pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang Aning Widiarti mengatakan, untuk mengetahui penduduk miskin secara mikro, pihaknya melakukan pemutakhiran basis data terpadu (PBDT) pada 2015. “Ada 52 pertanyaan yang ditanyakan kepada masyarakat,” ujar Aning, Senin (27/2).
Untuk itu, tambahnya, dalam PBDT itu mencakup penduduk sangat miskin, miskin, hampir miskin, dan rentan miskin. Data tersebut biasanya digunakan untuk program bantuan pemerintah.
Ia menerangkan, ke-6.206 orang itu berada dalam kondisi sangat miskin, sedangkan penduduk miskin ada 11.700 orang. Sementara, yang hampir miskin ada 20.492 orang dan rentan miskin sebanyak 31.171 orang. “Hanya saja jumlah itu tidak dapat diakumulasikan lantaran yang sangat miskin masuk juga dalam cakupan miskin dan seterusnya,” terang Aning.
Kata dia, ada 52 pertanyaan yang disampaikan petugas saat PBDT, antara lain mengenai pendidikan, pekerjaan, disabilitas, dan kepemilikan aset.
Selain kemiskinan secara mikro, ada juga kemiskinan makro yang dilihat berdasarkan konsumsinya. “Dianggap penduduk miskin apabila konsumsinya kurang dari 2.100 kalori per kapita,” urainya.
Untuk penduduk miskin secara makro, di Kota Serang terdapat 36.180 jiwa pada 2014 dan naik menjadi 40.190 jiwa pada 2015. (Rostina/Radar Banten)









