SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang mulai menuai sejumlah keluhan dari masyarakat.
Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Serang mencatat sedikitnya enam aduan dari penerima manfaat, yang mayoritas berkaitan dengan menu makanan hingga kualitas makanan yang diterima.
Keluhan tersebut muncul di tengah pelaksanaan program MBG yang saat ini mulai berjalan di sejumlah wilayah di Kota Serang.
Aduan masyarakat disampaikan baik secara langsung kepada petugas maupun melalui pimpinan daerah dan dinas terkait.
Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan seluruh laporan yang masuk telah ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama pihak terkait agar permasalahan dapat segera diperbaiki.
“Sejauh ini Satgas MBG sudah menerima lebih dari lima sampai enam aduan, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui pimpinan. Alhamdulillah semuanya sudah kami komunikasikan dan koordinasikan,” ujar Yudi, Kamis 21 Mei 2026.
Menurut Yudi, sebagian besar keluhan berasal dari penerima manfaat yang menilai menu makanan dalam program MBG masih terlalu sederhana dan kurang sesuai harapan masyarakat.
Ia mengakui persoalan menu menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu dievaluasi agar kualitas layanan program makan bergizi gratis dapat semakin baik ke depannya.
“Rata-rata pengaduan itu berasal dari penerima makanan. Yang pertama terkait menu. Ada yang menilai menu yang diberikan terlalu minimalis atau kurang sesuai harapan. Ini menjadi PR bagi kami ke depan,” katanya.
Selain menu makanan, kualitas makanan saat diterima masyarakat juga menjadi perhatian Satgas MBG Kota Serang.
Beberapa laporan menyebutkan makanan mengalami penurunan kualitas akibat proses pengemasan yang kurang tepat.
Yudi menjelaskan, makanan yang baru selesai dimasak terkadang langsung ditutup rapat dan didistribusikan dalam kondisi masih panas.
Kondisi itu menyebabkan makanan menjadi lembek hingga muncul embun di dalam kemasan.
Menurutnya, persoalan tersebut diperparah dengan jarak pengantaran makanan yang cukup jauh sehingga kualitas makanan berubah saat sampai ke tangan penerima manfaat.
“Kadang makanan setelah dimasak masih panas langsung ditutup. Itu bisa membuat makanan menjadi lembek atau berembun karena masih panas, apalagi ada jarak pengantaran,” jelasnya.
Ia menuturkan, jika kondisi tersebut terus terjadi maka makanan berpotensi lebih cepat basi dan tidak layak dikonsumsi.
Karena itu, Satgas MBG akan melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi dan pengemasan makanan.
“Kalau makanan masih panas sebaiknya jangan langsung ditutup rapat, biarkan agak dingin dulu sebelum didistribusikan,” ucapnya.
Editor: Abdul Rozak











