RANGKASBITUNG – Tim teater SMAN 3 Rangkasbitung berhasil menjadi juara dalam lomba cipta dan penulisan cerita rakyat Banten yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten yang digelar pada Senin (15/5) lalu. Mereka mengalahkan tim teater dari enam sekolah lain yang ada di wilayah Kabupaten Lebak.
Kepala SMAN 3 Rangkasbitung Ucu Lena Murtadewi mengatakan, bidang budaya Dindikbud Banten menggelar lomba cipta dan penulisan cerita rakyat di gedung Bangkit, Rangkasbitung.
“Prestasi yang ditorehkan anak-anak teater harus dipertahankan. Karenanya, sekolah akan terus melakukan pembinaan secara intensif kepada para siswa,” kata Ucu kepada Radar Banten, kemarin.
Menurutnya, cerita rakyat di Lebak dan Banten harus terus digali. Tujuannya, supaya generasi muda di Lebak dan Banten tahu dan memahami cerita rakyat yang ada di wilayahnya. Dengan demikian, mereka bisa mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat.
“Saya mengapresiasi upaya Dindikbud Banten dalam menggali dan mengenalkan cerita rakyat Banten kepada generasi muda. Para pelajar yang ada di daerah diyakini akan mendapat pelajaran dari cerita rakyat tersebut,” ungkapnya.
Ucu menyatakan, tim teater dari SMAN 3 Rangkasbitung akan mengikuti lomba cipta dan penulisan cerita rakyat di tingkat provinsi. Dengan latihan yang intens, dia yakin tim teater SMAN 3 Rangkasbitung dapat menjadi yang terbaik.
“Harapan saya, tim teater SMAN 3 Rangkasbitung terus berprestasi. Jangan puas menjadi jawara di Lebak saja, mereka harus berprestasi di tingkat provinsi, bahkan nasional,” harapnya.
Pembina tim teater SMAN 3 Rangkasbitung Ria Yusnita menyatakan, keberhasilan para pelajar SMAN 3 Rangkasbitung menjadi juara pertama dalam lomba cipta dan penulisan cerita rakyat Banten harus menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berprestasi. Mereka tidak boleh puas dengan hasil yang diraih, karena para siswa akan ditunggu dalam kompetisi di tingkat provinsi.
“Untuk itu, semua anggota tim teater harus giat berlatih. Jangan sampai, tim teater SMAN 3 Rangkasbitung hanya jadi penggembira pada lomba serupa di tingkat provinsi,” paparnya. (Mastur/RBG)










