SERPONG – PT Citra Mitra Nusantara (CMN) siap membantu para pengusaha mikro yang memiliki warung tradisional untuk dikembangkan menjadi usaha ritel modern.
Founder & CEO PT CMN, Josep Setiawan Edy menjelaskan, CMN hadir sebagai salah satu perusahaan swasta yang concern akan pemberdayaan UMKM di bidang ritel.
Pemberdayaan yang dilakukan CMN ditujukan untuk para pemilik toko kelontong tradisional. ”Tujuan memiliki perubahan mindset dalam menghadapi perubahan,” ujar Josep Setiawan Edy, kepada Radar Banten, Rabu (6/9).
Perubahan tersebut, sambung praktisi retail modern yang sempat duduk sebagai Operation Director PT Hero Supermarket Tbk itu, meliputi perkembangan teknologi, kecenderungan tren pasar, iklim ekonomi, dan lainnya. ”Nah, CMN mengajak para pemilik toko kelontong tradisional untuk menjadi mitra,” tegasnya.
Para pemilik toko kelontong diajak untuk mengubah toko kelontong tradisionalnya menjadi minimarket modern dengan konsep kemitraan. ”Konsep kemitraan tentu sangat berbeda dengan konsep franchise yang berkembang di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Konsep kemitraan yang ditawarkan oleh CMN tidak mengenal adanya biaya franchise dan biaya royalti. Selain itu, dengan konsep kemitraan, pemilik toko dapat dan harus mengelola toko sepenuhnya secara modern, CMN bersifat pembinaan, transfer pengetahuan serta supervisi.
Peran CMN bagi toko kelontong tradisional yang telah menjadi mitra adalah membina pengelola toko dalam hal pengelolaan, termasuk di dalamnya pengembangan usaha.
Mampu menyediakan peralatan toko, peralatan komputer, sistem pengelolaan, dan stock awal barang dagangan. Selain itu, PT CMN juga menentukan besaran harga tiap produk dan memberikan promo secara terprogram.
”Dengan modal Rp90-200 juta-an (sesuai dengan modul yang tersedia) toko kelontong Anda sudah siap berubah menjadi toko modern dan siap menghadapi persaingan minimarket di tengah masyarakat. Segera beralih ke toko modern dengan menjadi mitra CMN,” pungkasnya. (SAIFUL/RBG)










