SERANG – Ateng (45), yang meninggal terseret arus saat mengikuti Festival Bedolan Pamarayan, Kamis (12/10) lalu, sudah dikuburkan hari ini. Keluarga almarhum di rumah duka, Kampung Baru Rt 06 Rw 07, Desa Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, sedang mempersiapkan tahlilan yang akan digelar malam nanti.
Keluarga, kerabat dan tetangga masih mengumpul di rumah duka. Beberapa ibu-ibu sedang memasak di belakang rumah, menggunakan tungku. Mereka mempersiapkan makanan untuk tahlilan malam nanti. Sementara itu, sejumlah warga setempat terlihat sedang mendirikan tenda untuk acara tahlilan, tepat di samping rumah duka.
Pantauan Radar Banten Online, sejumlah kerabat yang bertakziah menangis histeris. Tampak, rona haru masih menyelimuti keluarga korban meskipun Ateng telah disemayamkan tak jauh dari rumah.
Senyum tak berbalas dari anak korban kepada Radar Banten Online. Ia bahkan tidak mau memberikan keterangan. Sebagai seorang anak sangat sedih mendapat musibah yang tak diduga-duga. Niat hati membawa pulang ikan yang banyak. Jasad tak bernapas yang didapat.
Kata Rasim, tetangga korban, kejadian ini sebagai musibah. Ke depan haruslah berhati-hati, jangan sampai hal serupa terulang kembali.
“Apapun atas kuasa Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa tabah, dan jangan uzub, larangan warga harus ditaati,” ungkapnya.
Ateng (45), warga Kampung Baru Rt 06 Rw 07, Desa Baru, Kecamatan Pamarayan yang terseret arus saat mengikuti Festival Bedolan Pamarayan berhasil ditemukan 500 meter dari lokasi kejadian sekira 09:30 WIB, Sabtu (14/10).
Korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Ateng meninggalkan satu istri bernama Kulsum, satu anak perempuan dan dua anak laki-laki. Korban sudah dimakamkan di TPU setempat pukul 12:00 WIB. Sejumlah pelayat terus berdatangan ke rumah kediaman.
“Barusan aja (siang tadi-red) dimakamkan. Pas dohor itu,” kata kakak Ipar korban Soedah, Sabtu (14/10). (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)










