MANCAK – Suta (68), warga Desa Ciwarna, Kecamatan Mancak, dilaporkan sudah satu pekan menghilang di Hutan Ciwindu, Kecamatan Mancak, terhitung sejak Selasa (10/10). Kemarin, (16/10), tim pencarian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan masih melakukan pencarian terhadap pria lanjut usia itu.
Berdasarkan kronologi kejadian yang diceritakan pihak keluarga yang kehilangan, Suta saat itu diketahui sedang mencari kayu bakar di Hutan Ciwindu, Selasa (10/10) sekira pukul 09.00 WIB. Namun hingga larut malam, lansia itu tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga Suta lantas menanyakan kepada para tetangganya, tapi Suta tak kunjung diketahui keberadaannya. Malam itu juga, warga dibantu relawan dan petugas dari BPBD langsung melakukan pencarian ke Hutan Ciwindu.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma membenarkan soal hilangnya Suta di hutan. Saat ini timnya masih melakukan pencarian.
“Sempat dihentikan (pencarian-red) karena sudah tiga hari berturut-turut tidak ditemukan,” ujar Nana yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Senin (16/10).
Kata Nana, pencarian dilakukan oleh warga, tim BPBD, dan relawan kebencanaan di Kecamatan Mancak. “Kita akan terus lakukan pencarian sampai ketemu,” tegasnya.
Menurut Nana, Hutan Ciwindu merupakan salah satu hutan rawan. Belum lagi, banyaknya hal mistis yang kerap diceritakan warga di hutan tersebut.
“Sebelumnya, kami pernah menangani kasus serupa di Hutan Ciwindu,” ujarnya.
Saat ini, Nana mengaku, belum bisa memperkirakan penyebab menghilangnya Suta di Hutan Ciwindu. Apalagi, Suta diketahui tidak memiliki riwayat penyakit dan biasa mencari kayu bakar di hutan itu. “Ini hutan biasa, bukan hutan terlarang,” tegasnya.
Senada disampaikan Camat Mancak Marfudin yang menyatakan salah satu warganya menghilang sejak satu pekan lalu. Hingga semalam, kata Marfudin, warga bersama relawan kebencanaan dan petugas BPBD terus melakukan pencarian terhadap korban.
“Sudah disusuri semua kawasan hutan, tapi tidak ketemu juga,” tukasnya.
Marfudin juga mengaku, tidak bisa memastikan penyebab hilangnya Suta. Menurutnya, di Hutan Ciwindu tidak ada hewan buas yang dimungkinkan memangsa Suta. “Kita sudah berbagai cara mencari Suta, tetapi belum juga ditemukan,” katanya. (Rozak/RBG)










