SERANG – Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) perlu diawasi. Pengawasan ini untuk mengidentifikasi titik risiko bagi kesehatan masyarakat veteriner.
Dinas Pertanian Kabupaten Serang melalui Seksi Kesmavet Pengolahan dan Pemasaran memanfaatkan aplikasi Geographic Information System (GIS), untuk mendata sejumlah unit usaha pangan seperti daging, telur maupun susu. Sehingga unit usaha tersebut dapat diawasi.
Kepala Seksi Kesmavet Pengolahan dan Pemasaran pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang drh Rina Firmanillah Usman mengatakan manfaat GIS ini untuk mengetahui titik lokasi sehingga memudahkan pengawasan unit usaha, agar bisa diketahui tingkat risiko kesmavet terhadap berbagai macam penyakit yang menyerang kesehatan.
“Masih banyak unit usaha peternakan belum teridentifikasi,” kata Rina, Selasa (17/10).
“Harapan ke depan, sistem informasi aplikasi GIS berkaitan dengan kesmavet ini bermanfaat juga bagi masyarakat. Nanti kami identifikasi unit usaha di Kabupaten Serang contohnya pangan daging, telur, susu dan produk olahan asal hewan. Karena unit ini merupakan titik risiko bagi kesehatan masyarakat.” ungkapnya.
Pihaknya akan himpun data-datanya. Karena data yang ada sekarang ini masih belum lengkap. Dengan memiliki data usaha peternakan, akan menjadi dasar perencanaan kegiatan selanjutnya terhadap kesmavet.
Dikatakannya, pangan harus aman, sehat, utuh, dan halal serta terjamin kualitasnya. Di samping itu, ada pembinaan dan pengawasan terhadap pangan seperti daging. “Apakah teruji atau tidak,” ujarnya.
Dengan menghimpun unit usaha di Kabupaten Serang. Tambah Rina, usaha-usaha bisa dilakukan pengawasan melalui Dinas Pertanian Peternakan agar lebih terjamin untuk kesmavet.
“Proyek perubahan ini untuk menyempurnakan. Dengan data ini mempermudah kami orang dinas melakukan kegiatan. Bisa dilihat mana yang berisiko, mana yang terjamin, lebih mudah terlihat lagi,” tukasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)










