DINAS Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang terus mengupayakan pembinaan kepada masyarakat agar lahir para petani muda atau petani milenial sebagai generasi baru petani.
Hal itu menyikapi jumlah petani di Kabupaten Serang yang mengalami penurunan. Berdasarkan data sensius tani yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang pada 2023, terdapat penurunan jumlah petani sebanyak 4,16 persen petani dari jumlah petani sebanyak 50.000 orang pada tahun 2013.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Suharjo mengatakan, banyak sekali faktor yang menyebabkan jumlah petani menurun. Antara lain generasi muda lebih tertarik bekerja di perusahaan atau sektor industri dan persepsi negatif terhadap profesi petani.
“Persepsi mereka yang berpikir jika petani, seperti halnya petani konvensional, itu kotor-kotoran, memanggul cangkul, bawa sabit, padahal ada banyak teknologi canggih sehingga tidak harus kotor-kotoran,” ungkap Suharjo.

Padahal menurutnya, sudah banyak sekali teknologi pertanian yang dapat digunakan untuk bertani. Sekarang petani tidak perlu lagi memanggul cangkul dan kotor-kotoran.
Untuk itu pihaknya berencana akan memberikan penyuluhan kepada para pemuda supaya berminat menjadi petani dan menggarap lahan yang ada di daerahnya.
Suhardjo menyebut, luas lahan sawah di Kabupaten Serang mencapai 49 ribu hektare yang tersebar di 326 desa, 29 kecamatan. Lahan tersebut perlu digarap oleh kaum muda yang memiliki inovasi agar melahirkan produk pertanian yang berkualitas.
Suhardjo meminta kepada para penyuluh pertanian di setiap kecamatan agar mengedukasi kaum muda tentang pertanian dan membentuk kelompok tani milenial.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah juga memotivasi generasi milenial terjun ke dunia pertanian karena secara ekonomi profesi petani cukup menguntungkan. Hal itu seperti disampaikan Bupati saat saat panen raya di Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa, Kamis, 16 Maret 2023, bersama Komandan Distrik Militer (Kodim) 0602/Serang Letkol Arm Fajar Catur Prasetyo dan Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo, para pendamping petani, dan puluhan petani di Desa Laban.
Bupati mengapresiasi para petani yang sukses menggelar panen raya sukses karena mampu menghasilkan gabah hingga 9 ton per hektare. Kegiatan ini bertajuk Panen Raya Ketahanan Pangan Program BIOS-44, yang diharapkan bisa mendorong agar generasi muda atau milenial mau menjadi petani.

Panen raya di Desa Laban kurang lebih seluas 200 hektare digarap bersama oleh sejumlah para petani menjadi role model untuk kecamatan lain di Kabupaten Serang. Kemudian para petani muda generasi milenial masuk ke pertanian agar pertanian di Kabupaten Serang berkembang dengan baik dan mampu peningkatan produksi pertanian sebagai penyumbang ketahanan pangan nasional. (Adv)











