PANDEGLANG – Pandu Cahaya Islam (PCI) Mathla’ul Anwar, Sabtu (21/10) di Lapangan Kadumula, Picung, Pandeglang menggelar apel akbar yang dihadiri sekira 3.000 orang. Mereka pelajar dari 19 madrasah Mathla’ul Anwar (MA) di Pandeglang bagian selatan, tokoh masyarakat, sesepuh Mathla’ul Anwar, dan pengurus Mathla’ul Anwar mulai dari pengurus besar, pengurus wilayah, hingga pengurus daerah.
Kegiatan dari apel akbar ini yaitu pelantikan Komandan Kompi PCI MA Daerah Pandeglang Batalayon I KH Mas Abdurrahman, santunan kepada 290 anak yatim, pemberian penghargaan kepada 56 siswa yang berprestasi dan pemberian penghargaan kepada 40 tokoh MA di daerah.
Ketua Umum Pengurus Besar MA Ahmad Sadeli Karim mengapresiasi apel akbar yang dihadiri ribuan siswa bersama tokoh masyarakat. Apresiasi juga diberikan kepada Pandu Cahaya Islam yang dikomandoi Panglima Ade Badri sebagai pemerakarsa.

“Baru pertama kali ini hajatan Mathla’ul Anwar di tingkat kabupaten dihadiri oleh masa sebanyak ini. Ini adalah tanda-tanda kebangkitan Mathla’ul Anwar karena mampu menyedot perhatian khalayak umum,” kata Sadeli dikutip dari Mathla’ul Anwar.
Komandan Batalyon I KH Mas Abdurrahman, Mulyadi di sela sela pelantikan Komandan Kompi Kabupaten Pandeglang menegaskan, keberadaan PCI MA untuk merekatkan kembali keluarga besar MA.
“Acara ini bukan sekadar apel dan pelantika, melainkan bagaiamana secara emosional di antara madrasah-madrasah MA memiliki ikatan emosional seperti satu tubuh sehingga kedepan PCI menjadi garda terdepan dalam kaderisasi di lingkungan MA,” tegasnya.
Badriwijaya, Komandan Kompi PCI Kabupaten Pandeglang, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, karena tidak menyangka mampu melaksanakan kegiatan yang melibatkan masyarakat Mathla’ul Anwar dalam jumlah yang banyak dan dihadiri Ketua Umum PB MA, Ketua PW MA Banten dan Ketua PD MA Kabupaten Pandeglang.
Komandan Operasional PCI Pusat Ade Mistawijaya menitipkan pesan agar keberadaan Pandu Cahaya Islam, harus mampu membangkitkan kembali semangat ber-MA sebagaimana yang telah digagas oleh para pendiri MA yaitu melindungi masyarakat dari paham-paham yang menyimpang dari ajaran Islam. (Don/Aas Arbi)









