SERANG – Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat SLTA Se-Provinsi Banten dari 23-25 Oktober 2017 di aula Masjid Raya Albantani, Curug, Kota Serang, sukses digelar. MTQ pelajar kali pertama ini hanya memperlombakan cabang fahmil Quran dan cabang syarhil Quran, baik golongan putra maupun putri.
Pada cabang fahmil Quran putri, SMA Islam Terpadu (IT) Al Quraniyyah Tangerang Selatan keluar sebagai juara pertama. Sementara juara kedua Madrasah Aliyah Negeri 1 Pandeglang, dan juara ketiga Madrasah Aliyah Negeri 3 Tangerang.
Untuk golongan putra, juara pertama diraih Madrasah Aliyah Ponpes Turus Pandeglang, juara kedua Madrasah Aliyah Al Ihsan Pandeglang, dan juara ketiga SMA IT Al Quraniyyah Tangerang Selatan
Sedangkan untuk cabang musabaqoh syarhil Quran putri, juara pertama SMA IT Al Quraniyyah Tangerang Selatan, kedua MAN 1 Kragilan Serang, dan ketiga MAN 3 Tangerang.
Untul syarhil Quran putra, juara pertama SMA IT Al Quraniyyah Tangerang Selatan, kedua Madrasah Aliyah Al Ihsan Pandeglang, dan ketiga SMKN 1 Kota Serang.
Juara pertama mendapatkan uang pembinaan Rp 15 juta, kedua Rp 12 juta, dan ketiga Rp 9 juta. Para pemenang juga mendapatkan tropi.
Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten Sybli Syarjaya saat menutup acara mengucapkan selamat kepada para juara dan bagi yang belum juara jangan berkecil hati karena itu adalah sukses yang tertunda.
“Kepada para pembina di sekolah supaya bercerita kepada kepala sekolah agar di sekolahnya meningkatkan pemahaman dan meningkatkan kemampuan membaca Alquran. Latihan dan tingkatkan lagi kemampuan syahril Quran dan fahmil Quran karena jika dilombakan lagi tahun depan akan bersaing lebih ketat dengan berbagai sekolah dan madrasah yang ada di Banten,” ungkap Syibli, Rabu (25/10) sore.
Syibli juga mengucapkan terima kasih kepada para dewan hakim yang telah bekerja maksimal dan bahkan hingga larut malam karena ada kendala penerangan saat perlombaan berlangsung.
“Saya berharap kepada anak-anak agar belajar dengan baik dan sungguh-sungguh karena sedang berada pada masa emas. Gunakanlah masa emas itu dengan sebaik-baiknya,” harap Syibli.
Karena program MTQ pelajar ini tidak terlepas dari Pemprov Banten, lanjut guru besar UIN Banten ini, maka tidak ada salahnya sekolah-sekolah mengirim surat kepada Gubernur Banten bahwa program ini sangat bermanfaat bagi sekolah.
“Jangan lihat hadiah 15 juta, 12 juta. Itu hanya sebagai motivasi. Melihat peserta musabaqoh syarhil Quran, saya optimis pada masa yang akan datang akan menjadi para pendai. Untuk itu tingkatkan kemampuan bacaan Qurannya,” ungkap Syibli.
Kepala Bagian Keagamaan Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Banten Toton Suriawinata bersyukur acara berjalan lancar. “Yang akan datang akan kami tambah lagi cabang lombanya,” ujar Toton. (Aas Arbi)









