MUNJUL – Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Latahzan yang berada di Kampung Cibeukah, Desa Munjul, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang pada hari pertama masuk sekolah Senin (8/1), berkabung.
Soalnya, kemarin mereka tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) sehubungan dua ruang praktik komputer (RPK) milik sekolahnya terdampak longsor pada Jumat (5/1) lalu.
Tumpukan tanah itu berasal dari tebing samping sekolah setinggi enam meter yang longsor akibat tembok penahan tanah (TPT) ambruk karena tidak kuat menahan derasnya air hujan.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu lantaran saat peristiwa terjadi, 250 siswa dan 20 guru di SMK Latahzan masih liburan.
“Yang tertimbun dua lokal RPK. Namun, kondisi terparah lokal RPK saja yang mengalami kerusakan,” kata Ketua Yayasan SMK Latahzan Madyani kepada Radar Banten, kemarin.
Menurutnya, kerugian materi akibat musibah itu sebesar Rp70 juta. “Untuk sementara, kegiatan KBM khusus praktik komputer disatukan di satu ruangan yang ada agar kegiatan tidak terganggu,” katanya.
Madyani menceritakan, tanah longsoran yang menimbun dua RPK baru ditangani menggunakan alat berat. Sebelumnya, warga kesulitan akibat alat yang digunakan tidak memadai. “Sebelumnya kami bersama warga membersihkan tanah longsor dengan pacul dan sangat kewalahan. Namun, saat ini ada bantuan alat berat dari salah seorang pengusaha untuk membersihkan tanah longsor ini,” katanya.
Madyani berharap, adanya bantuan pemasangan beronjong untuk pengganti TPT yang ambruk agar longsor dari tebing di samping sekolahnya tidak terjadi kedua kalinya. “Kalau dibangun TPT lagi tidak bisa, yang ada saja tidak kuat. Kami harap ada pemasangan beronjong sebagai gantinya,” katanya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Camat Munjul Jaya Sumarna membenarkan atas kejadian longsor yang menggangu aktivitas KBM di SMK Latahzan. “Musibah itu sudah kami laporkan ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pandeglang agar diusulkan ke Dindikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) dan ke Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran dan Logistik BPBD Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengatakan, petugas BPBD tengah melakukan pengecekan ke SMK Latahzan yang tertimbun longsor untuk pendataan. “Hari ini (kemarin-red) petugas sudah di lapangan untuk mengecek dan memastikan kerugian akibat musibah itu,” katanya.
Endan berjanji untuk melakukan koordinasi dengan Dindikbud Kabupaten Pandeglang dan Kemenag Pandeglang. “Agar ada bantuan untuk perbaikan bangunan yang rusak serta pemasangan beronjong,” katanya. (Herman/RBG)










