PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) mensuspend (menghentikan sementara operasional) penyaluran Makan Gizi Gratis (MBG) terhadap 14 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pandeglang. Jumlah 14 dapur SPPG kena suspend ini berkurang dari sebelumnya 20 dapur SPPG pada bulan Mei 2026 lalu.
Sebanyak 14 SPPG kena suspend oleh BGN sebagai bentuk penegakan standar kualitas, higienitas, dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penyebab utama SPPG kena sanksi suspend atau dihentikan operasionalnya akibat tidak menjalankan atau melanggar SOP BGN yakni, belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), belum miliki IPAl, pelanggaran SOP keamanan makanan, serta infrastruktur dapur yang tidak memenuhi standar kelayakan.
Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, jumlah SPPG kena suspend berkurang dari 20 menjadi 14 SPPG.
“Progres saat ini sudah ada 6 SPPG yang suspend-nya sudah dicabut. Jadi sampai bulan Juni ini masih ada 14 SPPG berhenti beroperasi sementara atau masih kena suspend,” katanya, Minggu, 14 Juni 2026.
Sementara, sebanyak 6 dapur SPPG sudah dapat beroperasi kembali secara normal. Setelah penyaluran dana bantuan pemerintahnya sudah diaktifkan kembali.
“Dari hasil evaluasi dan verifikasi pihak BGN, 6 SPPG yang sudah dicabut itu sudah dinyatakan telah memenuhi standar operasional. Karena syarat utamanya telah dipenuhi,” katanya.
Doni menjelaskan, Penilaian telah memenuhi standar operasional didasarkan pada syarat utamanya. Yaitu IPAL telah tersedia dan atau memenuhi standar yang ditetapkan.
“Sebetulnya dari Satgas sering menyampaikan kepada para pengelola dapur SPPG untuk menempuh pemenuhan sarana seperti IPAL, penediaan Mess dan SLHS. Hal itu sudah menjadi keharusan dimiliki oleh dapur SPPG dalam menjalankan program MBG,” katanya.
Ketiga komponen itu merupakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh setiap dapur SPPG. Jika tidak terpenuhi maka dapur itu di suspend.
“Kami selalu ingatkan dan evaluasi. Jika sudah kami ingatkan namun masih belum ditanggapi oleh mereka, maka kami laporan kepada BGN,” katanya.
Lebih lanjut Doni mengungkapkan, jumlah dapur SPPG saat ini 204 dapur tersebar di 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
“Dari jumlah itu ada sekitar 190 dapur SPPG yang sudah beroperasi,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi









