SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang memastikan pembangunan Alun-alun Kota Serang senilai Rp48,5 miliar tidak akan mengganggu program pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pelayanan publik yang telah menjadi prioritas pemerintah daerah.
Meski proyek alun-alun membutuhkan anggaran cukup besar, Pemerintah Kota Serang tetap melanjutkan sejumlah program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satunya program betonisasi jalan di 17 titik yang saat ini masih berjalan di berbagai wilayah Kota Serang.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan pembangunan alun-alun memang berdampak terhadap penyesuaian alokasi anggaran infrastruktur.
Namun, penyesuaian tersebut tidak sampai menghilangkan program-program prioritas yang telah direncanakan sebelumnya.
“Terkait pembangunan alun-alun yang nilainya cukup besar, tentu ada dampak terhadap alokasi anggaran infrastruktur lainnya. Namun dampaknya tidak sampai menghilangkan program-program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurut Iwan, program pembangunan jalan tetap berjalan karena pembiayaannya tidak hanya mengandalkan APBD Kota Serang, tetapi juga didukung bantuan keuangan dan program dari Pemerintah Provinsi Banten.
Karena itu, pembangunan Alun-Alun Kota Serang tidak memberikan dampak signifikan terhadap pelaksanaan program infrastruktur dasar yang saat ini menjadi fokus pemerintah daerah.
Selain pembangunan jalan, sektor pendidikan juga tetap menjadi perhatian. Saat ini DPUPR tengah menyelesaikan pembangunan gedung baru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang yang ditargetkan mulai digunakan pada Juli 2026.
Pemerintah Kota Serang juga sedang melaksanakan pembangunan dan peninggian bangunan SD Pamarican yang selama ini kerap terdampak banjir saat musim hujan.
Proyek tersebut ditargetkan selesai tahun ini agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
“Jadi memang ada penyesuaian anggaran, tetapi tidak sampai menghilangkan pembangunan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Iwan menjelaskan, arah pembangunan tersebut sejalan dengan kebijakan Wali Kota Serang yang menempatkan penyelesaian persoalan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama.
Menurutnya, setelah kondisi jalan semakin baik melalui program betonisasi yang dilakukan secara bertahap, pemerintah akan memperluas fokus pembangunan pada peningkatan fasilitas pelayanan publik lainnya.
Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain gedung kelurahan, sarana kesehatan, puskesmas, sekolah, hingga fasilitas pelayanan masyarakat lainnya yang masih membutuhkan peningkatan kualitas.
Ia optimistis strategi pembangunan bertahap tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur di Kota Serang.
“Saya optimistis jika konsep pembangunan ini berjalan konsisten selama lima tahun, persoalan infrastruktur dasar di Kota Serang dapat diselesaikan secara bertahap. Setelah itu pemerintah bisa lebih fokus meningkatkan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik lainnya,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak










