TANGERANG – BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten pada tahun ini membuat program Goes to Pesantren untuk memperluas kepesertaan dari para pekerja bukan penerima upah (BPU) atau pekerja di sektor non-formal.
“Tidak hanya para pengelola pesantren, di lingkungan pesantren juga ada para pedagang, petani, atau nelayan yang menjadi bagian dari sasaran program kami,” kata Teguh Purwanto, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten bersama Asisten Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Didin Haryono di sela rapat evaluasi kinerja tahun 2017, Selasa (9/1).
Menurut Teguh, pihaknya perlu melakukan edukasi kepada kalangan pondok pesantren karena mereka belum tersentuh secara optimal. Mereka dengan segala aktivitasnya memiliki risiko kerja sebagaimana pekerja lainnya. Jika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka memiliki jaminan perlindungan bila mengalami kecelakaan kerja. Misalnya dalam kapasitas sebagai seorang kepala rumah tangga, apabila mengalami kecelakaan kerja maka tidak hanya merugikan dirinya saja, juga anggota keluarganya.
“Nanti ada manfaat lain bagi anggota keluarga, seperi biaya pendidikan atau beasiswa untuk anaknya,” ungkap Teguh.
Kalangan pondok pesantren atau pekerja nonformal, lanjut Teguh, aktivitas kerjanya melebihi pekerja di sektor formal atau yang disebut dengan pekerja penerima upah (PU). “Pekerja BPU (bukan penerima upah) lebih dari delapan jam bekerja dan risiko kerjanya lebih besar. Mereka yang memiliki risiko kerja itu jangan sampai mengorbankan harta atau aset mereka jika mengalami kecelakaan kerja. Nah, melalui BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan kepada mereka,” jelas Teguh.
Didin Haryono menambahkan, pihaknya menargetkan 1.000 pesantren yang akan masuk dalam program Goes to Pesantren. “Pesantren di Banten sangat banyak. Mereka harus tahu program dan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan,” kata Didin.
Menurutnya, pendekatan kepada kalangan pondok pesantren tahun lalu sudah dilakukan dan sudah ada yang masuk menjadi peserta, seperi di Lebak. Tahun ini akan dioptimalkan lagi melalui program Goes to Pesantren. (Aas)








