PANIMBANG – Hujan deras yang terjadi sejak Jumat (19/1) lalu mengakibatkan sejumlah sungai di Kabupaten Pandeglang, Senin (22/1) pagi, meluap. Akibatnya, sebanyak 2.729 rumah di empat kecamatan terendam. Selain rumah, musibah itu juga merendam 140 hektare tanaman padi milik warga yang sudah berumur dua bulan.
Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengatakan, lembaganya sedang melakukan penanganan.
Sejumlah posko bantuan telah didirikan bertujuan untuk membantu para korban. “Ketinggian air akibat meluapnya Sungai Ciliman, Cimandahan, dan Sungai Cilatak itu berkisar antara 50 sentimeter hingga 200 sentimeter. Wilayah yang terendam seperti di Kecamatan Panimbang, Sobang, Angsana, dan Munjul. Dari empat kecamatan itu, terparah terjadi di Kecamatan Sobang,” katanya.
Menurut Endan, kerugian warga mencapai puluhan juta rupiah akibat rusaknya tanaman padi milik mereka.
Dihubungi melalui telepon seluler, Camat Panimbang Suaedi Kurdiatna menerangkan, di Kecamatan Panimbang rumah yang terendam sebanyak 672 unit rumah. Jumlah tersebar di dua desa, yakni 209 unit rumah di Desa Gombong, dan 463 unit rumah di Desa Citeureup. “Untuk sementara, hasil pemantauan di lokasi kondisi banjir masih aman. Mudah-mudahan air tidak lagi membesar,” katanya.
Korban banjir yang tinggal di Kampung Sukajadi Jatok, Desa Gombong, Kecamatan Panimbang, Juhdi berharap, selain adanya bantuan makanan dan tenda pengusian, juga diharapkan adanya bantuan uang untuk mengganti perabotan rumah tangga yang rusak. “Air datang pada Senin dini hari. Kami tidak sempat mengangkat barang-barang sehingga banyak barang elektronik kami yang rusak akibat terendam,” katanya. (Herman/RBG)









