LEBAK – Puluhan pelajar SMAN 1 Rangkasbitung dengan didampingi kepala sekolah antusias menyaksikan fenomena gerhana bulan di halaman Masjid Agung Al-araf Rangkasbitung, Rabu (31/1).
Para pelajar sudah berkumpul sejak pukul 19.00 WIB. Selain untuk menyaksikan gerhana bulan, mereka juga mengikuti sholat khusuf di Masjid Agung Al-araf.
Fenomena langka tersebut tidak disia-siakan oleh pelajar maupun masyarakat di Kabupaten Lebak. Seperti halnya siswa SMAN 1 Rangkasbitung Ridwan yang mengatakan, dirinya sengaja datang ke masjid agung untuk melaksanakan sholat gerhana bulan berjamaah dan sekaligus menyaksikan gerhana bulan.
“Ini fenomena yang langka, sangat disayangkan bila terlewatkan. Fenomena ini menjadi pembelajaran bagi para pelajar lainnya. Selain itu, itu mensyukuri kebesaran Allah SWT,” katanya.
“Kita disini bisa mengamati secara langsung bagaimana tahapan gerhana bulan berlangsung, mulai dari gerhana sebagian, gerhana total sampai dengan gerhana total,” ujarnya.
Sementara itu, kepala SMAN 1 Rangkasbitung Iva Havidania mengatakan, fenomena ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi para pelajar bagaimana mana terjadinya gerhana bukan sebagian sampai dengan gerhana total.
“Selain itu, pelajar dapat belajar mensyukuri betapa besarnya keagungan Allah SWT dengan segala kebesarannya,” katanya.
Bukan hanya, para pelajar yang antusias ingin menyaksikan fenomena langka ini, masyarakat pun ikut berkumpul ingin melihat bagaimana fenomena gerhana bulan terjadi.
Seperti Rezki warga Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar yang datang dari Maghrib untuk ikut sholat khusuf berjamaah di Masjid Agung Al-araf.
“Saya sengaja dari sore dan ikut sholat Maghrib disini serta mendengarkan tausiyahnya. Saya juga sekaligus ingin melihat bagaimana gerhana bulan terjadi. Karena gerhana bulan ini terjadi sangat langka, butuh waktu bertahun-tahun bila ingin melihatnya kembali,” pungkasnya. (Omat/twokhe@gmail.com).










