slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Perintah Tiba-tiba: Masuk ICU Dulu

Redaksi by Redaksi
19-02-2018 11:02:04
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Rasanya Kita Yang Besarkan HTI

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

ROBERT Lai menjemput saya di Bandara Changi. Meski duduk paling depan, saya menjadi penumpang terakhir yang keluar dari pesawat. Itu karena saya tidak bisa berjalan cepat. Bahkan saat keluar dari pintu pesawat, di dalam lorong garbarata, saya harus berhenti tiga kali. Posisi garbaratanya agak naik. Maklum pesawat yang saya naiki jenis 737 yang lebih rendah dari posisi terminal.

Baru sekali ini saya merasakan beratnya napas. Jalan beberapa langkah harus berhenti. Istri saya memang melarang saya pergi sendirian dalam kondisi sakit. Tapi, saya ngotot tidak perlu ada yang menemani. Toh begitu keluar bandara sudah ada Robert Lai. Yang mampu mengurus semua keperluan. Pendamping saya nanti hanya akan menambah beban. Terutama beban untuk Robert.

Baca Juga :

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Sepanjang jalan di terminal menuju imigrasi, saya terus disalip penumpang lain. Untungnya banyak yang minta foto bersama. Lumayan. Saya bisa berhenti lagi dan berhenti lagi dengan alasan lagi berpose. Padahal sebenarnya saya memang ingin berhenti. Saya paksakan tersenyum di depan kamera. Mereka tidak tahu tersiksanya dada ini.

Robert sudah menunggu di luar. Saat menuju tempat parkir mobilnya, saya tertinggal jauh di belakangnya. “Dengan jalan seperti ini kamu terlihat begitu tuanya,” katanya berseloroh. Dia tidak tahu saya benar-benar menderita. “Benar-benar sakit ya?” tanyanya. Lalu, merebut tas saya untuk dia bawa.

Biasanya saya memang berjalan lebih cepat dari Robert. Kami langsung menuju rumah sakit Katolik Mount Alvernia. Dokter Wong dan anaknya, dokter Mark Wong, sudah menunggu. Keduanya ahli pencernaan. Dokter langsung melakukan pemeriksaan. Dan memberitahukan bahwa besok pagi saya harus siap menjalani indoskopi.

Saya ceritakan hasil pemeriksaan di Madinah: jantung saya prima. Sudah lima hari tidak bisa kentut dan pup. Pemeriksaan pun fokus ke pencernaan.

Saat pemeriksaan itulah dia curiga. Perut saya tidak segawat penderitaan saya. Tekanan darah saya tinggi: 165/95. “Lakukan CT scan saja dulu. Kok ini mencurigakan,” katanya.

Dokter Wong minta seorang ahli jantung datang ke RS. Namanya James Wong, untuk ikut melihat hasil CT scan. “Langsung masuk ICU!,” ujar James Wong setelah membaca hasil CT Scan.

“Kenapa?” Tanya saya. “Nanti saja saya jelaskan. Masuk ICU dulu,” perintahnya pada perawat.

Setelah semua peralatan ICU ditempelkan di badan saya barulah James Wong memberi penjelasan. “Anda ini menderita aorta dissection,” katanya. Saya belum pernah mendengar istilah itu. Kok kelihatan begitu gawat. Langsung perintahkan masuk ICU.

Sambil mengamati layar monitor, James Wong menggambar jantung. Disaksikan oleh Robert Lai juga. Lalu, menggambar saluran darah utama yang keluar dari jantung. Bercabang menuju otak kanan dan lengan kanan. Setelah itu, ada cabang lagi menuju otak belakang.

Berikutnya ada cabang lagi menuju otak kiri dan tangan kiri. Setelah itu saluran utama darah tersebut berbelok ke bawah. Untuk mengalirkan darah ke perut, liver, ginjal, pankreas, dan lain-lain melalui cabang masing-masing. Di bawah perut, saluran darah utama itu bercabang dua: menuju kaki kiri dan kaki kanan.

“Dari hasil CT scan ini terlihat saluran utama darah Anda pecah,” katanya. “Untung Anda tidak meninggal waktu itu terjadi di Madinah,” tambahnya.

Sambil mengamati layar monitor yang merekam jantung, tekanan darah, dan detak jantung, James Wong menguraikan rencana tindakan untuk mengatasinya.

Ada dua skenario. Yang mana yang dipilih tergantung hasil CT scan sekali lagi. Yang lebih rinci. Akan dilakukan CT scan khusus untuk otak, leher, dada, perut, dan jantung. Jadwalnya keesokan harinya.

****

Dokter Mark Wong membatalkan rencana memasukkan alat ke perut saya. Meski rencananya sudah matang, tapi kurang relevan lagi. Ternyata saya tidak punya persoalan pencernaan. Skenario pertama adalah dilakukan bedah leher. Akan dibuatkan bypass saluran darah baru. Dari cabang yang menuju otak kiri ke saluran darah yang menuju otak kanan.

Dengan demikian, pasok darah untuk otak kanan dan lengan kanan didapat dari saluran baru itu. Agar saat aorta dissection diatasi tidak terjadi stroke. Saya ngeri ngeri sedap mendengar operasi bypass di leher itu. Membayangkan apa saja yang akan terjadi. Tapi kalau memang sudah takdir, saya menerimanya.

Saya harus menjalani operasi besar lagi. Setelah sepuluh tahun lalu menjalani operasi ganti hati. Skenario kedua, tidak perlu bypass. Asal aorta dissectionnya terjadi di saluran darah agak jauh dari cabang-cabang menuju otak tadi. Kalau ini yang terjadi, sakit saya ini disebut aorta dissection type B.

Semuanya belum bisa dikatakan sekarang. Baru jelas setelah CT scan yang lebih khusus dilakukan. Sambil menjelaskan skenario-skenario itu, James Wong sesekali menatap layar monitor. Kian lama wajahnya kian tegang. Posisi saya tidak memungkinkan ikut melihat layar monitor. Saya hanya bisa membacanya lewat ekspresi wajah James Wong. “Kok tekanan darah naik terus ya…,” katanya.

Dia panggil perawat. Untuk memasukkan obat penurun tekanan darah. Lewat selang infus yang sudah terpasang. Tapi, tekanan darah masih naik lagi. James minta obatnya ditambah. Masih naik lagi. Minta ditambah lagi. Angka menunjukkan 200. James tampak gelisah sekali. Mondar-mandir. Tegang.

“Berapa?” tanyanya pada perawat. “210,” jawab perawat. James tidak bisa berkata-kata lagi. Tangannya yang bicara. Memberi isyarat kepada perawat. Untuk terus menaikkan obat penurun tekanan darah. Sampai maksimal. James menangkap kegelisahan saya.

“Jangan khawatir. Saya tidak akan pulang sebelum tekanan darah Anda teratasi,” kata James Wong.

Saya tetap khawatir. Dia pun mengatakan akan membatalkan seluruh janji. Beberapa saat kemudian, tekanan darah saya menurun. Terus menurun. James lega. Apalagi saya. Setelah tekanan stabil dia pun pamit. Dengan janji akan terus memonitor keadaan saya lewat telepon. Saya pasrah. Terus memikirkan tindakan yang akan dilakukan untuk atasi aorta dissection itu. Skenario yang mana pun saya sudah siap.

Saya tidak menceritakan itu kepada keluarga di Surabaya. Biarlah semua jelas dulu. Saya tahu istri saya lagi susah.

Ibunya malam itu masuk rumah sakit di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Saya tidak mau menambah beban batinnya. Saya juga tahu dia percaya penuh pada Robert Lai yang akan merawat saya sepenuhnya. Malam itu, saya lewatkan di ICU sendirian. Ditemani zikir tiada henti. (*)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Warga Baduy Antusias Antre Bikin e-KTP

Next Post

Foto: Ribuan Warga Baduy Kantongi e-KTP

Related Posts

Sayap Ekonom
Catatan Dahlan Iskan

Sayap Ekonom

by Agung S Pambudi
Rabu, 30 Juli 2025 08:11

Oleh:Dahlan Iskan DALAM hidup saya ada dua Tionghoa terkenal yang sengaja tidak mau mengubah nama: Kwik Kian Gie dan Goh...

Read moreDetails

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Untung Ada Komentar

Dosa Ultah

Ultah

Penyelamatan

Guo Nian

Andrian

Next Post
Foto: Ribuan Warga Baduy Kantongi e-KTP

Foto: Ribuan Warga Baduy Kantongi e-KTP

Kolom Agama di e-KTP Warga Adat Baduy Kosong

Kolom Agama di e-KTP Warga Adat Baduy Kosong

ASN Boleh Jadi Anggota KPU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Dukung Program Prabowo dan Kemendikdasmen, Ali Zamroni Resmikan Program Revitalisasi Sekolah di Lebak

Dukung Program Prabowo dan Kemendikdasmen, Ali Zamroni Resmikan Program Revitalisasi Sekolah di Lebak

Jumat, 8 Mei 2026 15:08
pppk paruh waktu

26 PPPK Paruh Waktu di Pandeglang Mengundurkan Diri, BKPSDM Ungkap Penyebabnya

Jumat, 8 Mei 2026 15:06
Solusi Udara Sejuk

AZKO Palem Semi Hadirkan Solusi Udara Sejuk melalui Promo Penjaga Kualitas Udara di Segala Cuaca

Jumat, 8 Mei 2026 15:00
asusila cipocok

Pura-pura Dibuatkan Kue Putu, Gadis Asal Cipocok Jaya Disetubuhi Tetangga

Jumat, 8 Mei 2026 14:52
ketahanan pangan

Pengembangan Ketahanan Pangan, Bupati Tangerang Berkomitmen Majukan Pertanian

Jumat, 8 Mei 2026 14:47
Ikrar Anti Narkoba

Dukung Instruksi Dirjenpas, Lapas Cilegon Laksanakan Ikrar Anti Narkoba dan Praktik Penipuan

Jumat, 8 Mei 2026 14:42
Dukung Program Prabowo dan Kemendikdasmen, Ali Zamroni Resmikan Program Revitalisasi Sekolah di Lebak

Dukung Program Prabowo dan Kemendikdasmen, Ali Zamroni Resmikan Program Revitalisasi Sekolah di Lebak

Jumat, 8 Mei 2026 15:08
pppk paruh waktu

26 PPPK Paruh Waktu di Pandeglang Mengundurkan Diri, BKPSDM Ungkap Penyebabnya

Jumat, 8 Mei 2026 15:06
Solusi Udara Sejuk

AZKO Palem Semi Hadirkan Solusi Udara Sejuk melalui Promo Penjaga Kualitas Udara di Segala Cuaca

Jumat, 8 Mei 2026 15:00
asusila cipocok

Pura-pura Dibuatkan Kue Putu, Gadis Asal Cipocok Jaya Disetubuhi Tetangga

Jumat, 8 Mei 2026 14:52
ketahanan pangan

Pengembangan Ketahanan Pangan, Bupati Tangerang Berkomitmen Majukan Pertanian

Jumat, 8 Mei 2026 14:47
Ikrar Anti Narkoba

Dukung Instruksi Dirjenpas, Lapas Cilegon Laksanakan Ikrar Anti Narkoba dan Praktik Penipuan

Jumat, 8 Mei 2026 14:42

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Dukung Program Prabowo dan Kemendikdasmen, Ali Zamroni Resmikan Program Revitalisasi Sekolah di Lebak

Dukung Program Prabowo dan Kemendikdasmen, Ali Zamroni Resmikan Program Revitalisasi Sekolah di Lebak

by Mastur Huda
Jumat, 8 Mei 2026 15:08

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional, Kapoksi Gerindra Komisi X DPR RI, Ali Zamroni meresmikan program...

pppk paruh waktu

26 PPPK Paruh Waktu di Pandeglang Mengundurkan Diri, BKPSDM Ungkap Penyebabnya

by Moch. Madani Prasetia
Jumat, 8 Mei 2026 15:06

PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pandeglang mengungkapkan sebanyak 26 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak