slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Dekat Proyek Listrik, Warga Desa ini Belum Dapat Fasilitas Listrik Maksimal

Redaksi by Redaksi
17-04-2018 11:04:09
in Berita Utama, Umum
Dekat Proyek Listrik, Warga Desa ini Belum Dapat Fasilitas Listrik Maksimal

Kawasan proyek pembanguan PLTU Jawa 7 di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Minggu (15/4). Proyek listrik ini untuk memasok kebutuhan listrik secara nasional.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Banten dikenal sebagai salah satu pusat pembangunan pembangkit listrik nasional. Terbaru, pada Oktober 2017, Banten kembali menjadi lokasi pembangunan tiga unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sekaligus.

Tiga PLTU yang diresmikan Presiden Jokowi pada Kamis (5/10/2017) itu adalah PLTU Jawa 7, 9 dan 10, berkapasitas total 4 ribu megawatt (MW). Peresmian dipusatkan di lokasi proyek PLTU Jawa 7 di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Selain itu, ada juga pengoperasian PLTU pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) Banten berkapasitas 660 MW. PLTU Jawa 9 dan 10 masing-masing berkapasitas 1.000 MW, dibangun bersebelahan dengan PLTU Suralaya di Suralaya, Kota Cilegon.

Baca Juga :

DPRD Banten Prihatin, Bocah Disabilitas Jadi Korban Sodomi Anak di Bawah Umur

Yeremia Mendorfa Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Banten

Kapolresta Serang Kota Hadiri Peringatan May Day 2026 di GOR Ciceri

Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Dekat dengan pembangkit listrik, lalu bagaimana kondisi warga sekitar proyek? Penelusuran Radar Banten di Desa Terate menunjukkan kebalikannya. Masih banyak warga Terate yang ternyata belum mendapatkan fasilitas listrik secara maksimal. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya rumah warga yang hanya menikmati aliran listrik dengan menumpang sambungan dari tetangganya.

Pantauan Radar Banten, kondisi ini bisa terlihat di sepanjang permukiman warga di Kampung Krangdan, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Rumah-rumah warga mayoritas mengandalkan sambungan listrik dari tetangga. Padahal, permukiman yang tergolong padat penduduk itu tidak terlalu jauh, bahkan bersebelahan dengan lokasi kawasan PLTU Jawa 7.

Menurut Ketua RT 02 Kampung Krangdan, Jahruni (52), kondisi ini sudah lama dialami warga. Ia mengaku, warga di kampungnya terpaksa menumpang listrik dari tetangga  lantaran terbatasnya biaya untuk memasang secara mandiri aliran listrik. Petugas PLN sudah sering melakukan pendataan terhadap warga yang belum memiliki listrik. Namun, realisasinya tidak pernah dilaksanakan.

“Di sini, listrik di satu rumah biasanya buat dua sampai tiga rumah lain. Ya, kita mah mau gimana lagi. Masang listrik kan mahal. Terus kalau mau masang sendiri, jauh sama tiang listriknya,” kata Jahruni saat ditemui Radar Banten di kediamannya, Kampung Krangdan, Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Minggu (15/4) sore.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa aliran listrik di rumahnya hanya diperuntukkan bagi kebutuhan keluarganya tanpa disalurkan lagi ke rumah tetangga yang lain. “Kalau yang itu iya (sembari menunjuk rumah tetangganya-red). Biasanya, mereka nyambungin pakai kabel lagi yang panjang,” tutur Jahruni.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Terate, Irfan, tidak menampik kondisi warga di wilayahnya. Banyak warga yang belum memiliki aliran listrik karena keterbatasan ekonomi yang dimiliki warga. Padahal, ia mengaku sudah beberapa kali mengajukan permohonan agar rumah-rumah warganya mendapatkan aliran listrik dengan layak.

“Bahkan ada yang sempat datang ke saya gara-gara rumahnya enggak punya listrik. Kebanyakan memang masih numpang ke rumah orang. Untuk jumlah persisnya saya kurang hapal, tapi kira-kira lebih dari 20 rumah,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan PLTU Jawa 7 di desanya dapat memberikan dampak positif bagi lingkungannya yang notabene berdekatan dengan proyek yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Oktober tahun lalu tersebut. “Ya minimalnya bisa ngasih listrik gratis buat warga,” harapnya.

Sementara di Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang juga menjadi lokasi PLTU 2 Labuan menunjukkan hal yang sama. Kepala Desa (Kades) Bama, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Rismawan mengakui, keberadan PLTU 2 Labuan di wilayahnya belum berpengaruh bagi masyarakat.

Kata dia, selain kerap padam listrik, sampai saat ini dari 740 kepala keluarga (KK) masih ada 170 rumah yang belum teraliri listrik. “Di desa kami (Bama-red) masih ada 170 rumah yang belum teraliri listrik secara optimal. Enggak memiliki kWh, dan listriknya menyalur dari tetangga,” katanya.

Menurut Rismawan, kondisi terparah dialami Dariah (65) janda tua beranak lima dengan pekerjaan kuli serabutan. “Dia hanya menikmati satu bohlam hasil penyalur dari warga. Bantuan tidak pernah dapat dari PLTU,” katanya.

Rismawan menerangkan, Desa Bama yang ia pimpin temasuk salah satu penyangga PLTU 2 Labuan dari desa lainnya yakni Desa Margagiri, Margasana, Kecamatan Pagelaran, dan Desa Cigondang, Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan. “Namun daerah kami hanya mendapatkan dampaknya saja seperti pada malam hari dihujani debu pembakaran abu batu bara,” katanya.

Rismawan berharap pihak PLTU 2 Labuan selain dapat membantu kebutuhan warga soal listrik, juga listrik jangan sering padam. “Soalnya kami juga heran, salah satu daerah penyangga bisa seminggu tingga kali padam listrik. Kami harap, selain tidak kerap padam listrik, juga ada bantuan seperti kWh, dan bantuan CSR untuk kepentingan masyarakat. Misalkan salah untuk program perbaikan rumah yang tidak layak huni,” katanya.

Sedangkan di Kota Cilegon, berdasarkan data Pemkot Cilegon 2016, dari delapan kecamatan, yang benar-benar sudah mendapatkan pasokan listrik hanya Kecamatan Pulomerak. Sedangkan tujuh kecamatan lainnya masih ada sejumlah permukiman warga yang belum teraliri listrik. Berdasarkan data tersebut, dari tujuh kecamatan, terdapat 27 kelurahan yang rumah warganya masih belum teraliri llistrik.

Pantauan Radar Banten, di wilayah Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, listrik sudah masuk ke permukiman warga di sekitar kawasan PLTU Suralaya. Sekretaris Kelurahan (Seklur) Suralaya Rojah membenarkan, jika warga di sekitar PLTU Suralaya tidak ada rumah warga yang belum teraliri listrik. “Kalau di kita tidak ada,” katanya.

Warga Suralaya Sahruji mengaku, sampai saat ini belum ada keluhan warga Suralaya terkait listrik. “Setahu saya di Suralaya sudah dipasang listrik semua. Tapi enggak tahu kalau ada warga yang baru bikin rumah. Setahu saya juga listrik di sini enggak pernah byar pet nyalanya,” terang tokoh masyarakat Suralaya ini.

Sedangkan Sekretaris Kecamatan Pulomerak Oman Fathurrohman mengklaim di Suralaya tidak ada rumah warga yang belum teraliri listrik. “Semuanya sudah. Cuma yang belum pasang yang baru bikin rumah saja. Mungkin itu ada. Tapi berapa jumlahnya saya tidak tahu,” ujar Oman.

Berbeda dengan Kecamatan Ciwandan, masih terdapat rumah warga yang tidak teraliri listrik. Ketua Karang Taruna Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan Marhani membenarkan, jika di Kepuh masih ada rumah warga yang belum mendapatkan listrik. “Masih ada. Tapi bukan berarti rumahnya gelap,” kata Marhani.

Marhani menjelaskan, ada sejumlah rumah warga di Kepuh, yang belum dipasang listrik. Tapi rumah warga tetap menyala. Lantaran mereka numpang ke rumah tetangganya untuk mendapatkan listrik. “Jadinya sistemnya pake sistem nyolok ke rumah tetangganya,” tandasnya.

Kata Marhani, rumah-rumah warga yang belum teraliri listrik rata-rata yang tinggal di pedalaman. Sedangkan untuk lingkungannya di antaranya ada di Lingkungan Keserangan dan Lor Sabrang. “Sampai sekarang masih banyak yang belum teraliri listrik,” imbuhnya. (Umam-Herman-Rifat/RBG)

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bintang Swalayan Digerebek, Polisi Angkut Ribuan Botol Miras

Next Post

Lagi, Penangkaran Benur Lobster Dibongkar

Related Posts

pelecehan seksual anak disabilitas, kasus sodomi di Lebak, kekerasan seksual anak berkebutuhan khusus, perlindungan anak Banten,
Berita Utama

DPRD Banten Prihatin, Bocah Disabilitas Jadi Korban Sodomi Anak di Bawah Umur

by Yusuf Permana
Minggu, 3 Mei 2026 18:21

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dugaan kasus sodomi terhadap seorang anak disabilitas di Kabupaten Lebak memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Peristiwa...

Read moreDetails

Yeremia Mendorfa Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Banten

Kapolresta Serang Kota Hadiri Peringatan May Day 2026 di GOR Ciceri

Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Hardiknas, DPRD Banten: Kualitas Pendidikan Belum Merata

Validasi Data Kependudukan,  Warga Binaan Rutan Pandeglang Lakukan Perekaman e-KTP

Kick Off Porprov Banten 2026: Logo, Maskot, dan Jingle Porprov VII Resmi Diperkenalkan

Akses Tol Langsung Jadikan Paramount Petals Sebagai Kota Mandiri yang Berkelanjutan

Hasil Semi Final Uber Cup 2026 : Kalahkan Indonesia 3-1, Korea Hadapi China di Final Uber Cup 2026

Next Post
Lagi, Penangkaran Benur Lobster Dibongkar

Lagi, Penangkaran Benur Lobster Dibongkar

Dinilai Meresahkan, GPSM Minta Tempat Hiburan Ditutup

Dinilai Meresahkan, GPSM Minta Tempat Hiburan Ditutup

Sore Ini Pengumuman Kelulusan SNMPTN

Sore Ini Pengumuman Kelulusan SNMPTN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

pelecehan seksual anak disabilitas, kasus sodomi di Lebak, kekerasan seksual anak berkebutuhan khusus, perlindungan anak Banten,

DPRD Banten Prihatin, Bocah Disabilitas Jadi Korban Sodomi Anak di Bawah Umur

Minggu, 3 Mei 2026 18:21
Yeremia Mendorfa Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Banten

Yeremia Mendorfa Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Banten

Minggu, 3 Mei 2026 17:47
Kapolresta Serang Kota Hadiri Peringatan May Day 2026 di GOR Ciceri

Kapolresta Serang Kota Hadiri Peringatan May Day 2026 di GOR Ciceri

Minggu, 3 Mei 2026 17:16
Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Minggu, 3 Mei 2026 16:44
Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Minggu, 3 Mei 2026 15:03
Hardiknas, DPRD Banten: Kualitas Pendidikan Belum Merata

Hardiknas, DPRD Banten: Kualitas Pendidikan Belum Merata

Minggu, 3 Mei 2026 14:12
pelecehan seksual anak disabilitas, kasus sodomi di Lebak, kekerasan seksual anak berkebutuhan khusus, perlindungan anak Banten,

DPRD Banten Prihatin, Bocah Disabilitas Jadi Korban Sodomi Anak di Bawah Umur

Minggu, 3 Mei 2026 18:21
Yeremia Mendorfa Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Banten

Yeremia Mendorfa Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Banten

Minggu, 3 Mei 2026 17:47
Kapolresta Serang Kota Hadiri Peringatan May Day 2026 di GOR Ciceri

Kapolresta Serang Kota Hadiri Peringatan May Day 2026 di GOR Ciceri

Minggu, 3 Mei 2026 17:16
Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Minggu, 3 Mei 2026 16:44
Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Bupati Tangerang Buka Pekan Olahraga Buruh 2026

Minggu, 3 Mei 2026 15:03
Hardiknas, DPRD Banten: Kualitas Pendidikan Belum Merata

Hardiknas, DPRD Banten: Kualitas Pendidikan Belum Merata

Minggu, 3 Mei 2026 14:12

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

pelecehan seksual anak disabilitas, kasus sodomi di Lebak, kekerasan seksual anak berkebutuhan khusus, perlindungan anak Banten,

DPRD Banten Prihatin, Bocah Disabilitas Jadi Korban Sodomi Anak di Bawah Umur

by Yusuf Permana
Minggu, 3 Mei 2026 18:21

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dugaan kasus sodomi terhadap seorang anak disabilitas di Kabupaten Lebak memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Peristiwa...

Yeremia Mendorfa Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Banten

Yeremia Mendorfa Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Banten

by Yusuf Permana
Minggu, 3 Mei 2026 17:47

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Yeremia Mendorfa, menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak