SERANG – Pelaku teror pelemparan batu di ruas jalan tol Tangerang-Merak, hingga kini belum terungkap. Pihak kepolisian masih kesulitan mengidentifikasi ciri-ciri pelaku yang melakukan aksinya pada Rabu (27/6) malam itu.
Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan mengatakan, pihaknya sudah memintai keterangan dari para korban teror pelemparan. Hasilnya, mereka tidak bisa membeberkan bagaimana ciri-ciri pelaku teror tersebut. Korban kata Indra, saat itu tidak memperhatikan keadaan sekitar karena fokus mengemudikan kendaraannya.
“Hasil keterangan yang kita dapat dari korban, hanya mereka tiba-tiba dihantam oleh batu dari arah depan. Kemudian, batu tersebut masuk ke dalam mobil. Sudah gitu saja,” katanya kepada Radar Banten. “Kalau mereka ditanya ciri-ciri pelakunya gimana, mereka juga tidak bisa menjelaskan,” sambungnya.
Namun demikian, pihaknya memastikan terus memburu pelaku teror pelemparan batu tersebut. Lanjut Indra, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT MMS selaku pengelola jalan tol Tangerang-Merak, agar sarana rambu-rambu lalu lintas seperti lampu penerangan bisa diperbaiki.
“Tim khusus dari kami terus berpatroli di sana. Saya intruksikan mereka supaya berkoordinasi dengan lingkungan sekitar untuk mengungkap identitas pelakunya,” ungkap Indra.
Terkait pengendara sepeda motor yang saat itu dicurigai sebagai oknum pelaku, Indra belum bisa memastikan hal tersebut. Pihaknya masih memerlukan penyelidikan karena terkendala oleh minimnya keterangan dari para saksi.
“Intinya, masih terus kita upayakan. Tapi, kita sudah antisipasi supaya insiden ini tidak terjadi lagi,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, teror pelemparan batu terjadi di ruas jalan tol Tangerang-Merak, tepatnya di KM 49, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Rabu (27/6) malam sekira pukul 23.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan tujuh kendaraan menjadi korban pelemparan.
Salah seorang korban, Indrajaya (20), warga Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan/Kota Serang, mengatakan bahwa saat itu dirinya sedang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Merak.
Tiba-tiba, bongkahan batu menyasar kaca depan mobil Honda Freed Nopol D 1085 SIS yang ia kemudikan. Batu sebesar buah kelapa itu melesak masuk ke dalam mobil setelah memecahkan kaca mobil. Diduga batu itu dilempar dari atas jembatan Overpass di daerah Cikande, Kabupaten Serang. Akibatnya, lengan Indrajaya beserta Rafi, adik kandungnya yang duduk di jok depan mengalami luka gores karena terkena serpihan kaca. (Rifat/RBG)








