slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Kisah Nurhayat, Petani Muda Teladan Asal Pandeglang

Redaksi by Redaksi
25-09-2018 14:07:53
in Berita Utama, Umum
Kisah Nurhayat, Petani Muda Teladan Asal Pandeglang

Ketua P4S Tunas Baru Nurhayat (kanan) berbincang dengan para petani di areal pertanian cabai, beberapa waktu lalu.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Memulai langkah berkarir tidak mudah. Banyak halangan dan rintangan yang harus dilalui. Mulai dari cibiran yang muncul di lingkungan keluarga hingga masyarakat.

ADIB FAHRI – PANDEGLANG

Baca Juga :

Kasus Mafia Tanah Kota Serang Rp 24 Miliar, Polda Banten Bakal Tetapkan Tersangka

Usai Pesta Sabu, Dua Pengedar Ditangkap Polresta Serang Kota

Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Tekankan Profesionalitas

Akan Ada Gedung Baru, Minat Masuk SDN Inpres Cikeusal Meningkat

Cibiran itu kerap membuat sebagian orang mengurungkan niatnya melangkah untuk menggapai cita-cita. Banyak yang patah arang sebelum sampai finish. Banyak yang menyerah karena tidak kuat. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tunas Baru Nurhayat.

Siapa Nurhayat? Terlahir dari keluarga petani, Nurhayat memiliki cita-cita bisa memberdayakan para petani di wilayah Pandeglang khususnya Kecamatan Cipeucang. Perjalanan hidup bapak dua anak dalam mewujudkan cita-citanya itu dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Untirta tahun 2003 lalu dan mendapatkan gelar sarjana pertanian.

Kepada Radar Banten, Nurhayat menceritakan pengalaman hidupnya sebagai petani, Senin (24/9). Kata dia, awalnya banyak orang yang meragukan kemampuannya di bidang pertanian. Namun, suami dari Nurmalela ini tidak patah arang. Cibiran dan keraguan orang terhadap dirinya dijawab dengan tindakan nyata.

Tidak hanya sampai di situ, persoalan lain yang harus dihadapi adalah keluarga. Anak bungsu dari tiga bersaudara itu dihadapkan pada pilihan yang berat karena harus memilih antara menjadi pegawai atau tetap mengejar cita-citanya untuk bisa memberdayakan petani. Namun, persoalan itu berhasil diatasi dengan memberikan pemahaman kepada keluarga bahwa banyak hal yang bisa dilakukan selain menjadi pegawai. Di antaranya menjadi orang yang berguna bagi masyarakat. “Wih ngapain jadi petani? Sudah kerja saja,” kata Nurhayat sambil tertawa menirukan perkatan orang.

Pria 38 tahun itu dengan senang hati menceritakan penolakan yang didapat saat dirinya mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara bertani yang baik. Mulai dari dianggap tidak memiliki pengalaman sampai diremehkan karena dinilai hanya bisa bicara tanpa bisa berbuat. Lagi-lagi, persoalan yang muncul itu diselesaikan dengan baik. “Waktu itu saya memberikan penyuluhan di Kecamatan Patia, petani di sana pernah bilang begini, ‘Pak jangan hanya duduk manis saja, coba praktikkan di lapangan cara bertani yang baik.’ Saya hanya senyum, dan turun mengerjakan apa yang diucapkan para petani. Ternyata, setelah turun alhamdulillah responsnya baik,” kenang Nurhayat.

Perjuangannya dalam meniti karir berbuah manis. Organisasi yang didirikannya, yakni P4S banyak mendapat penghargaan seperti juara pertama pusat pelatihan perdesaan swadaya dari Pemprov Banten tahun 2016, penghargaan alumni yang komitmen di bidang pertanian dari Untirta tahun 2016, juara pertama asah terampil tingkat nasional tahun 2008. Lalu, juara kedua asah terampil di Kalimantan Timur tahun 2008, juara kedua asah terampil di Kota Malang tahun 2008, pemuda tani berprestasi dari 2006 sampai sekarang, dan juara pertama asah terampil tingkat Kabupaten Pandeglang. “Penghargaan yang didapat itu merupakan hasil dari proses yang harus kita tempuh. Alhamdulillah, sekarang sudah ada yang mau melirik dunia pertanian,” katanya bangga.

Berbekal dengan pengalaman di bidang pertanian yang didapatnya saat dikirim belajar ke Jepang tahun 2007 lalu, P4S kini menjadi organisasi besar dan banyak membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan di bidang pertanian mulai dari penanaman hingga menjual hasil panen para petani. “Niat yang tulus untuk berbagi, itulah yang ada di benak saya. Artinya, apa yang kita punya, dari telapak kaki sampai kepala, ketika orang ingin belajar kita kasih. Intinya niatan kita ikhlas bahwa kita ingin berbuat dan berbagi dengan masyarakat. Jadi, jatuh bangun sudah terbiasa dan kita harus punya mental baja,” katanya.

Kini dirinya tinggal memetik buah manis dari usaha yang digelutinya sejak sepuluh tahun lalu. Namun, keberhasilan itu tak lantas menjadikannya berubah menjadi pribadi yang sombong. Dia tetap rendah hati dan terus memberikan pemahaman mengenai pertanian, mulai dari tingkat SMA sampai tingkat perguruan tinggi. “Beberapa waktu lalu baru beres melakukan penyuluhan kepada generasi muda mulai dari tingkat SMA sampai ke tingkat perguruan tinggi. Kita berbagi dengan teman-teman. Alhamdulillah, penyuluhan yang dilakukan P4S Tunas Baru semuanya berhasil. Mulai dari budi daya sampai pemasaran, bahkan sampai ke pengolahan hasil juga kita lakukan,” katanya.

Ada kebanggaan tersendiri ketika dirinya bisa memberdayakan dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat petani melalui P4S Tunas Baru. Menurutnya, keberhasilan itu bukan hanya sekadar bekerja di tempat yang nyaman dan bersih, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat dari pekerjaan yang dilakukan itu. “Hasil panen cabai atau tomat rata-rata 15 ton, bahkan ada petani yang bisa memperbaiki rumah dari keuntungan yang didapat itu. Bangga sudah pasti karena kita bisa membantu orang lain, bukan hanya untuk diri kita sendiri,” katanya.

Sang istri mengaku bangga dengan kegiatan yang dilakoni suaminya itu karena bisa menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat. Setiap usaha yang dilakukan Nurhayat tak lepas dari doa yang dipanjatkan wanita yang memberikannya dua anak itu. “Apa pun yang dilakukan, saya selalu mendukung dan memberikan semangat agar semua pekerjaan yang ada dapat diselesaikan dengan baik,” kata Nurmalela. (*)

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tak Ada Target 100 Hari Kerja, Zaki-Romli Langsung Tancap Gas

Next Post

Taman K-3 di Ciceri Bakal jadi Taman Digital

Related Posts

Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan
Hukum

Kasus Mafia Tanah Kota Serang Rp 24 Miliar, Polda Banten Bakal Tetapkan Tersangka

by Fahmi
Kamis, 2 Juli 2026 13:39

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Polda Banten bakal menetapkan tersangka kasus dugaan mafia tanah di Lingkungan Cikulur Jelawe, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang,...

Read moreDetails

Usai Pesta Sabu, Dua Pengedar Ditangkap Polresta Serang Kota

Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Tekankan Profesionalitas

Akan Ada Gedung Baru, Minat Masuk SDN Inpres Cikeusal Meningkat

Program Daur Ulang Kemasan Minuman LamiPak Indonesia Dapat Perhatian Kepala BPOM

Pemkot Serang Bagikan Seragam Gratis Usai SPMB 2026 Rampung

Polda Banten Ringkus Dua DPO Kasus Curanmor, Penadah Ikut Ditangkap

183.753 KPM di Lebak Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah

Blueprint PkM Berbasis Data: UT Serang Menggali Potensi Lokal untuk Banten Mandiri dan Unggul

Tiga Ruas Jalan Jadi Opsi Relokasi PKL Alun-alun Rangkasbitung

Next Post
Taman K-3 di Ciceri Bakal jadi Taman Digital

Taman K-3 di Ciceri Bakal jadi Taman Digital

Pemilu Belum Adil terhadap Kaum Difabel

Pemilu Belum Adil terhadap Kaum Difabel

Berkat Emas, Fitnah Mendua Tuntas

Berkat Emas, Fitnah Mendua Tuntas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan

Kasus Mafia Tanah Kota Serang Rp 24 Miliar, Polda Banten Bakal Tetapkan Tersangka

Kamis, 2 Juli 2026 13:39
Ilustrasi penangkapan pelaku

Usai Pesta Sabu, Dua Pengedar Ditangkap Polresta Serang Kota

Kamis, 2 Juli 2026 13:20
Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Tekankan Profesionalitas

Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Tekankan Profesionalitas

Kamis, 2 Juli 2026 13:07
Akan Ada Gedung Baru, Minat Masuk SDN Inpres Cikeusal Meningkat

Akan Ada Gedung Baru, Minat Masuk SDN Inpres Cikeusal Meningkat

Kamis, 2 Juli 2026 11:54
Program Daur Ulang Kemasan Minuman LamiPak Indonesia Dapat Perhatian Kepala BPOM

Program Daur Ulang Kemasan Minuman LamiPak Indonesia Dapat Perhatian Kepala BPOM

Kamis, 2 Juli 2026 11:49
Pemkot Serang Bagikan Seragam Gratis Usai SPMB 2026 Rampung

Pemkot Serang Bagikan Seragam Gratis Usai SPMB 2026 Rampung

Kamis, 2 Juli 2026 11:45
Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan

Kasus Mafia Tanah Kota Serang Rp 24 Miliar, Polda Banten Bakal Tetapkan Tersangka

Kamis, 2 Juli 2026 13:39
Ilustrasi penangkapan pelaku

Usai Pesta Sabu, Dua Pengedar Ditangkap Polresta Serang Kota

Kamis, 2 Juli 2026 13:20
Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Tekankan Profesionalitas

Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Tekankan Profesionalitas

Kamis, 2 Juli 2026 13:07
Akan Ada Gedung Baru, Minat Masuk SDN Inpres Cikeusal Meningkat

Akan Ada Gedung Baru, Minat Masuk SDN Inpres Cikeusal Meningkat

Kamis, 2 Juli 2026 11:54
Program Daur Ulang Kemasan Minuman LamiPak Indonesia Dapat Perhatian Kepala BPOM

Program Daur Ulang Kemasan Minuman LamiPak Indonesia Dapat Perhatian Kepala BPOM

Kamis, 2 Juli 2026 11:49
Pemkot Serang Bagikan Seragam Gratis Usai SPMB 2026 Rampung

Pemkot Serang Bagikan Seragam Gratis Usai SPMB 2026 Rampung

Kamis, 2 Juli 2026 11:45

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Direktur Reskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan

Kasus Mafia Tanah Kota Serang Rp 24 Miliar, Polda Banten Bakal Tetapkan Tersangka

by Fahmi
Kamis, 2 Juli 2026 13:39

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Polda Banten bakal menetapkan tersangka kasus dugaan mafia tanah di Lingkungan Cikulur Jelawe, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang,...

Ilustrasi penangkapan pelaku

Usai Pesta Sabu, Dua Pengedar Ditangkap Polresta Serang Kota

by Fahmi
Kamis, 2 Juli 2026 13:20

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Petugas Satresnarkoba Polresta Serang Kota menangkap PM (42), warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang dan M (40), warga...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak