TIGARAKSA – Hari pertama kerja Bupati dan Wakil Bupati Tangerang terpilih Ahmed Zaki Iskandar dan Mad Romli langsung tancap gas. Ditemui di kantornya pada Senin (24/9), Zaki mengungkapkan akan fokus untuk menjalankan seluruh program yang menjadi prioritasnya.
Program tersebut di antaranya, peningkatan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan, sanitasi pondok pesantren, pemerataan pelayanan pendidikan dalam ayo sekolah, pelayanan kesehatan berkualitas, masyarakat bugar, kabupaten layak anak, berdaulat pangan, gerakan pembangunan masyarakat (Gerbang Mapan), gebrak sipintar, optimalisasi manajemen pemerintah dan pemanfaatan aset daerah (selengkapnya lihat grafis).
Zaki menuturkan, dalam periode 2018-2023 mendatang Insya Allah bersama dengan Mad Romli bisa menuntaskan semua program yang telah dirancangnya itu. ”Kami berdua akan fokus menuntaskan program pembangunan, yaitu mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius, cerdas, sehat, dan sejahtera. Dan semua itu akan dikemas dengan misi mulia yakni Tangerang Religi, Tangerang Tangguh, Tangerang Mapan, Tangerang Tangkas, Tangerang Mantap, dan Tangerang Kreatif. Semua ini sudah saya sampaikan saat pelantikan kemarin,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang itu.
Dia menegaskan, seluruh program unggulannya itu, menjadi program prioritas. Sebab semuanya sudah tertuang di dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) periode sebelumnya yaitu 2013-2018. ”Jadi kalau yang sekarang itu cuma melanjutkan saja sebenarnya. Sehingga tidak ada yang namanya target kerja 100 hari dong,” tegasnya sambil melempar senyum.
Ditambahkan, paling nanti hanya ada penyesuaian RPJMD saja. RPJMD 2018-2023 nanti akan disesuaikan dengan RPJMD 2013-2018. Dengan seluruh program tersebut, Zaki berharap, Kabupaten Tangerang bisa lebih maju dan berkembang lagi. Dan menjadi salah satu daerah yang bisa diperhitungkan di Provinsi Banten, dan umumnya di Indonesia.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Soma Atmaja menambahkan, bupati yang sekarang tidak ada target 100 hari kerja. Ini lantaran bupatinya masih tetap sama. ”Otomatis program kerja yang tertuang di dalam RPJMD sebelumnya juga tidak ada yang berubah. Paling tinggal disesuaikan saja ke depan,” tambahnya. (Umam/RBG)











