ALAM SUTERA – Richardo Reynardi (20) memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat di Gedung Bina Nusantara (Binus), Jalan Alam Sutera Barat, Kavling 21, Kelurahan Pananggungan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Kamis (4/10) sekira pukul 14.30 WIB.
Mahasiswa tingkat akhir Binus ini diduga melompat dari lantai empat kampusnya tersebut. Sebelum akhirnya ditemukan sekuriti kampus Alfian Al Hudri (28) sudah dalam posisi telungkup dengan luka parah di bagian kepala.
Dari penuturan saksi, ia sempat mengira ada ledakan gas di luar gedung. Setelah sampai di sumber suara, ia kaget setelah melihat tubuh korban sudah tergeletak tak bernyawa. Saat ditemukan, korban memakai kemeja putih dan celana biru. ”Saya mendengar seperti suara benda keras menghantam lantai bawah,” ujar Alfian.
Sementara, Kapolsek Cipondoh Kompol Sutrisno menyatakan, berdasar bukti korban bunuh diri. Warga Porisindah Blok H/58, RT 02, RW 02, Kelurahan Cipondohindah, Cipondoh, Kota Tangerang itu terjun bebas dari lantai satu sampai empat. Pasalnya, dari data rekaman CCTV dari lantai lima yang diperoleh, tidak terlihat ada aktivitas korban pada jam kejadian tersebut. Setelah menemukan korban, lanjut Sutrisno, saksi langsung menghubungi pihak kepolisian. ”Dugaan sementara korban terjatuh dari lantai empat atau dari ketinggian sekira 22 meter,” ungkapnya.
Dari tempat kejadian perkara (TKP) petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa, tas hitam, handphone, kartu pelajar Binus, KTP atas nama korban, dan sejumlah barang milik korban. ”Sesampainya di TKP kami langsung mengamankan TKP, dan barang bukti yang kami dapat,” jelasnya.
Sutrisno menerangkan, polisi telah memeriksa tiga saksi yang ada di lokasi. Saat ini, ia mengaku masih melakukan pendalaman kasus tersebut. ”Dari hasil pemeriksaan kami belum menemukan ada indikasi korban punya musuh atau mempunyai masalah, karenanya kami masih mendalami penyebab sebenarnya yang terjadi,” pungkasnya. Jenazah Richardo Reynardi sudah dibawa ke Rumah Sakit Omni Alam Sutera untuk diotopsi. (Hairul Alwan/RBG)








