Lain dari wanita pada umumnya, Minah (42), bukan nama sebenarnya yang memiliki cukup modal, justru malas merawat diri. Jadilah ia berpenampilan biasa tanpa makeup dan baju bagus. Berharap Tomo (43), nama samaran menerima apa adanya, Minah kecewa lantaran sang suami kepincut teman lama.
Padahal mereka sudah dikaruniai anak pertama. Bukannya semakin cinta, yang ada justru malah tak setia. Katanya, kejadian itu berlangsung saat Minah berusia 32 tahun dan Tomo 34 tahun. Seolah tidak menghargai keberadaan istri, Tomo santai saja keluar setiap hari libur menjemput sang kekasih. Aih-aih.
“Awalnya saya mikir, kok bisa ya dia setega itu. Apalagi selingkuhnya sama teman yang sempat dia kenalin ke saya,” curhat Minah kepada Radar Banten.
Kalau dilihat dari fisik, Minah memang biasa saja. Tidak cantik tapi tidak bisa dikatakan jelek juga. Namun, di balik itu semua, Minah wanita baik yang peduli terhadap sesama. Terlahir dari keluarga sederhana, Minah tumbuh menjadi wanita mandiri.
Namun sayangnya, Minah termasuk wanita yang tak terlalu peduli pada penampilan. Entah karena malas dandan atau memang merasa sudah cantik dari lahir, Minah mengaku bukan tipe wanita yang suka bersolek. Aih, kok begitu sih Teh?
“Ya habis bagaimana ya, Kang. Malas saja, lagian kan sehari-hari di rumah dan ke mana-mana. Paling cuma kalau mau kondangan doang dandannya,” kata Minah.
Tomo lelaki bertubuh ideal, tinggi, dan kekar. Namun kalau untuk ketampanan, ia juga tidak dianugerahi hal itu. Wajahnya biasa saja. Kata Minah, meski tidak setampan artis-artis Korea, Tono memiliki perhatian yang besar terhadap dirinya. Itulah yang membuat Minah klepek-klepek.
Dipertemukan kedua orangtua, Minah dan Tomo saling jatuh cinta. Maka, tak butuh waktu lama bagi keduanya menuju pelaminan. Tiga bulan setelah perkenalan, mereka melangsungkan pesta pernikahan. Mengikat janji sehidup semati, keduanya resmi menjadi sepasang suami istri. Ciye.
Di awal pernikahan, Tomo menjadi suami yang baik dan perhatian pada istri. Bekerja sebagai buruh pabrik di salah satu perusahaan ternama di Kabupaten Serang, ia memiliki penghasilan yang lumayan. Tak jarang, setiap tanggal muda, Tomo membelikan sesuatu untuk istri tercinta.
Kebahagiaan mereka bertambah dengan kehadiran anak pertama, membuat hubungan keduanya semakin mesra. Tinggal satu rumah bersama keluarga Minah, Tomo diterima sebagai bagian dari keluarga. Dengan keharmonisan hidup sederhana, mereka menjalani hari-hari bersama.
Namun, baru dua tahun menikmati masa indah berumah tangga, diam-diam Tomo seperti orang yang tak bersemangat lagi. Hal itu ditandai dengan perubahan sikap sang suami yang jarang membelikan sesuatu lagi.
“Iya, memang dia tuh sejak lahir anak pertama, ke sana-sananya jadi enggak pernah beliin saya sesuatu lagi. Beda sama waktu pertama-tama, uh setiap tanggal muda enggak pernah lupa,” terangnya.
Dan, peristiwa menyakitkan itu pun terjadi, membuat Minah kaget bercampur emosi. Memanfaatkan media sosial Facebook yang saat itu baru tenar di kalangan anak muda, Tomo sering asyik chating-an sepanjang malam.
Apesnya, meski waktu itu Minah belum memahami betul bagaimana cara pemakaian Facebook, ia mengutak-atik sampai ketemulah pesan-pesan mesra. Pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata sang sang suami sedang membuat janji ketemuan dengan wanita selingkuhannya. Memiliki strategi ala ibu-ibu kompleks, ia tak langsung memarahi, tetapi diam-diam mengikuti proses pertemuan itu tanpa sepengetahuan Tono.
Setelah semua persiapan dilakukan, mulai dari mental menerima kenyataan sampai kata-kata makian apa saja yang akan dilontarkan nanti, Minah melancarkan aksinya. Dari jarak sepuluh meter, bagai detektif andal, sorot matanya tajam mengamati setiap gerak-gerik suami.
Di dalam sebuah tempat makan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Tangerang, tampak Toni sedang asyik duduk berdua dengan wanita yang tak asing di mata Minah. Tanpa basa-basi, ia langsung menyergap. Mereka pun terkejut dengan kehadiran Minah.
Bukannya meminta maaf dan mengaku salah, Tomo malah bertanya-tanya seakan ia tak tahu apa-apa. Sontak hal itu membuat Minah semakin emosi. Tak puas memarahi sang suami, ia mengamuk dan memukuli. Beruntung beberapa karyawan tempat makan itu melerai. Kalau tidak, wah, pasti bakal seru.
“Seru, seru, memangnya pertandingan tinju. Pokoknya, waktu itu saya benar-benar marah semarah-marahnya sama dia. Sudah punya anak satu, kelakuan masih kayak perjaka yang doyan selingkuh,” pungkasnya.
Tak lama kemudian, setelah keadaan mulai mereda, ternyata sang wanita yang dituduh sebagai selingkuhan Tomo tak sendiri, ia juga datang bersama temannya. Meski begitu, Minah tetap tak bisa berpikiran jernih, ia masih mengamuk dan mencaci-maki.
Akhirnya, Toni berinisiatif mengajak semua yang terlibat membicarakan hal itu baik-baik di rumahnya. Sesampainya di rumah, Minah menyodorkan bukti chatting-an mesra. Saat itu Toni menepuk jidat, sang wanita hanya tersenyum malu. Aih, ada nih Teh?
“Katanya, sejak SMA mereka memang terbiasa memanggil dengan sebutan sayang atau say, dan itu bukan hanya mereka berdua, tapi juga kepada teman satu gengnya,” terang Minah.
Pada akhirnya, Tomo dan teman wanitanya pun meminta maaf. Meski saat itu masih emosi, Minah memaafkan. Beruntung rumah tangga mereka masih selamat.
Oalah, ada-ada saja cerita rumah tangga Teh Minah dan Kang Tomo ini. Makanya, segala sesuatunya tuh diceritakan kepada pasangan masing-masing agar tidak terjadi kesalahpahaman. (daru-zetizen/zee/ira)











