SERANG – Jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Provinsi Banten lebih dari 140 lembaga, namun perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap kemajuan PTS dinilai masih kurang.
Menurut Ketua Asosiasi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) Provinsi Banten periode 2018-2023, Patwan Siahaan, perhatian pemerintah terhadap PTS kurang bukan hanya soal bantuan anggaran, juga soal pembinaan.
“Pemerintah pusat sebenarnya telah memiliki lembaga khusus yaitu Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta. Lembaga ini dibentuk untuk melakukan pembinaan kepada perguruan tinggi swasta di wilayah kerjanya. Banten hingga saat ini masuk wilayah kerja IV bergabung dengan Jawa Barat sehingga pembinaan belum optimal,” kata Patwan kepada wartawan usai melakukan pertemuan tertutup dengan pimpinan DPRD Banten, di gedung DPRD Banten, Jumat (18/1) sore.
Patwan menuturkan, minimnya pembinaan yang dilakukan Kopertis Wilayah IV, dinilai menjadi akar persoalan kurangnya perhatian pemerintah terhadap PTS yang ada di Banten.
“Makanya kami hari ini meminta bantuan DPRD Banten, agar Provinsi Banten memisahkan diri dari Kopertis Wilayah IV, dengan membentuk Kopertis khusus wilayah Banten,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengungkapkan, secara kelembagaan mendukung perjuangan APPERTI agar Banten memiliki Kopertis sendiri.
“Secara administrasi, APPERTI harus tetap menyampaikan surat kepada gubernur, nanti saya ngomong langsung kepada gubernur agar mau bertemu dengan pengurus APPERTI,” katanya. (Deni S/Aas)









