SERANG – Hari kelima gelaran road show Bintang Sains 2019 di Kecamatan Pontang di gedung PGRI Pontang, Jumat (18/1), berlangsung mengejutkan. Enam dari sepuluh finalis di Kecamatan Pontang diwakili siswa kelas IV menuju final.
Bintang Sains 2019 di Kecamatan Pontang diikuti 148 siswa dari 26 sekolah. Sebelum menjelaskan teknis lomba, host berinteraksi dan bermain dengan peserta untuk mengurangi ketegangan. Host membuka lomba dengan pertanyaan rebutan berhadiah. Hadir Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Aat Supriyadi. Selain memberikan arahan, Aat mengobarkan semangat para peserta dengan yel-yel kepramukaan. Aat juga mendapat kehormatan membacakan kuis berhadiah untuk peserta sebelum lomba. Lomba disaksikan Direktur Utama Radar Banten Priyo Susilo, Direktur Radar Banten Mashudi, Pemimpin Redaksi (Pemred) Radar Banten Konvergensi Delfion Saputra, dan Ketua Diklat Radar Banten Widodo.

Lomba dibagi dua sesi. Sebanyak 34 peserta yang bertahan dari 75 peserta yang dilombakan pada sesi pertama. Sesi kedua tersisa 37 peserta dari 73 peserta sehingga menyisakan 71 siswa pada babak penentuan untuk memilih sepuluh besar menuju final.

Raut tegang para peserta terlihat ketika pertanyaan demi pertanyaan dibacakan host pada babak penentuan. Berbeda dengan peserta dari kecamatan lain yang berguguran pada pertanyaan esai, peserta dari Pontang justru berguguran sejak pertanyaan pilihan ganda. Ketegangan juga terlihat dari wajah para guru pendamping dan kepala sekolah di samping arena lomba yang antusias menyaksikan lomba. Saking antusiasnya, salah satu kepala sekolah melambai-lambaikan dua lembar uang pecahan Rp50 ribu di tangan untuk memotivasi siswanya.

Kesedihan siswa yang tereliminasi dibendung dengan pelukan hangat para guru pendamping masing-masing. Satu per satu peserta berguguran pada babak penentuan hingga terpilih sepuluh finalis. Kejutan pun terjadi, sebanyak enam dari sepuluh finalis di Kecamatan Pontang yang akan melenggang ke babak final merupakan siswa kelas IV dari empat sekolah. Yakni, tiga siswa dari SDN Sukanagara 2, satu siswa dari SDN Kubang Puji 2, satu siswa dari SDN Kalapian 1, dan satu siswa dari SDN Linduk 1. Empat finalis lainnya siswa kelas V, yakni satu siswa dari SDN Domas 1, satu siswa SDN Domas 2, dan dua siswa dari SDN Kesabilan. Sepuluh finalis diberikan piagam dan medali yang dikalungkan oleh Aat dan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pontang Ce Unib.
Aat menilai, banyaknya siswa kelas IV yang lolos sebagai finalis membuktikan bahwa persaingan pada Bintang Sains 2019 benar-benar ketat. “Kualitas pengetahuan siswa tentang matematika dan IPA benar-benar diuji,” tuturnya.

Guru pendamping SDN Tambakbaya Iis mengaku tak kecewa walaupun muridnya tidak lolos sampai final. Ia justru bangga sudah menjadi bagian dari Bintang Sains dan menjadi pelajaran berharga baginya untuk melakukan persiapan lebih matang pada lomba serupa. “Kita cuma latihan sehari,” kelitnya.
Guru pendamping SDN Sukanagara 2 Eti Hayati mengaku bangga lantaran tiga siswanya yang masih duduk di kelas IV mewakili Kecamatan Pontang pada babak final. “Kami memang sudah persiapkan dengan matang. Kami latih dengan serius. Alhamdulillah, semoga tiga-tiganya jadi juara Bintang Sains 2019 biar bisa ke luar negeri,” harapnya. (Haidaroh)











