CILEGON – PT Pelabuhan Cilegon Mandiri berhasil mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp33 miliar tahun 2018.
Plt Dirut PT PCM Arief Madawi menjelaskan, keuntungan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Kota Cilegon itu mengalami peningkatan sebesar 10 persen dari tahun 2017. “Ini salah satu dampak dari strategi pemasaran yang baik dan pelayanan yang maksimal,” kata Arief, Rabu (27/2).
Terkait peningkatan laba bersih 10 persen, Arief mengklaim akibat dari strategi pemasaran yang baik. Selain itu, pihaknya menjalankan konsep pelayanan maksimal demi kepuasan para agen kapal. “Kami pun hilangkan human error. Ini yang jadi penekanan bahwa pelayanan harus terbaik,” tuturnya.
Secara keseluruhan keuntungan PT PCM tahun 2018 sebesar Rp124 miliar, meningkat dibandingkan keuntugan 2017 sebesar Rp118 miliar. Namu jumlah itu merupakan keuntungan kotor.
“Setelah dikurangi piutang, biaya operasional, lalu retribusi daerah, cash flow perusahaan, akhirnya laba bersih Rp33 miliar,” paparnya.
Walikota Cilegon Edi Ariadi mengapresiasi capaian yang diraih PT PCM. Menurutnya, berdasarkan laporan, jasa pelayanan pandu tunda masih menjadi sektor andalan.
Meningkatnya keuntungan yang diraih perusahaan plat merah itu menunjukkan respons mitra sangat baik terhadap layanan PT PCM. “Perusahaan-perusahaan banyak yang ke PCM,” katanya.
Baiknya kondisi perusahaan milik pemerintah membuat potensi pendapatan daerah pun membaik karena setiap BUMD memberikan sumbangsih pada PAD setiap tahunnya. Uang itu untuk keperluan pembangunan di Kota Cilegon. (Bayu Mulyana)










