LEBAK- Masyarakat Kampung Rangkasbitung Girang, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, mengeluhkan kondisi Jalan Tubagus Adjidalem yang menghubungkan wilayah Kecamatan Rangkasbitung dan Kecamatan Kalanganyar. Jalan yang sudah lebih dari 10 tahun tidak dibangun pemerintah daerah kondisinya sudah tidak layak.
Tokoh masyarakat Rangkasbitung Girang Hasan Efendi mengungkapkan, masyarakat sudah beberapa kali mengusulkan pembangunan Jalan Tubagus Adjidalem kepada Pemkab Lebak. Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak telah melakukan survei, termasuk pimpinan DPRD Lebak. Tapi, sampai sekarang pembangunan jalan belum direalisasikan.
“Kondisi jalan rusak berat. Padahal, usulan pembangunan sudah sering kami sampaikan kepada Dinas PUPR dan DPRD Kabupaten Lebak,” kata Hasan Efendi kepada Radar Banten, Rabu (27/2).
Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalur aktif, karena sering dilalui masyarakat dari beberapa kecamatan di Lebak. Bahkan, masyarakat Cimarga, Leuwidamar, dan Kalanganyar, yang akan ke Rangkasbitung banyak yang melintasi jalan tersebut saat akan ke Rangkasbitung. Apalagi, jika ada razia di wilayah Aweh, Kecamatan Kalanganyar.
“Kondisi jalan rusak jelas mengganggu masyarakat dan pengurus RT selalu disalahkan,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Lebak Mas Yogi Rochmat yang meninjau kondisi Jalan Tubagus Adjidalem mengatakan, masyarakat sudah sering menyampaikan kondisi jalan penghubung dua kecamatan itu. Tahun ini jalan tersebut bakal dibangun Pemprov Banten.
“Iya, akan dibangun tahun ini dengan menggunakan APBD Banten,” katanya. (Mastur/Aas)








