slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Porang Komersial

Aas Arbi by Aas Arbi
01-05-2019 08:05:14
in Catatan Dahlan Iskan
Porang Komersial

DI's Way panen porang di Desa Ngrayun, Ponorogo.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh : Dahlan Iskan

Dulu saya yang anjur-anjurkan. Sekarang giliran saya yang harus belajar. Ternyata porang sudah jadi tanaman komersial. Bukan lagi sekedar tanaman sela.

Baca Juga :

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Saya diminta membuktikan sendiri. Ke pegunungan. Ke pedesaan di antara Ponorogo-Trenggalek-Pacitan. Sekarang lagi musim panen Porang.

“Saya mengaku kalah,” kata saya pada pak Marnianto, petani Porang di Desa Ngrayun, pedalaman Ponorogo. Kemarin. Ketika saya ke sana.

Pak Marnianto bisa hasilkan porang 30 ton/ha. Pengetahuan saya selama ini jauh dari itu. Paling hanya 10 ton per hektar.

Pak Marni sebenarnya pendatang baru di dunia porang. Aslinya Pak Marni seorang guru SD di desa itu. Ia kena ‘virus’ porang dari Pak Suparno. Sesama guru di situ. Suparno-lah yang sering ke Nganjuk. Bertemu aktivis porang Nganjuk: Riyanto dan Hartoyo. Yang dulu sering diskusi porang dengan saya.

Kawasan kaki Gunung Kendeng (Nganjuk, Bojonegoro, Saradan, Caruban) itu memang jadi pusat porang Indonesia.

Awalnya hanya memanfaatkan lahan kosong Perhutani. Di sela-sela pohon jati itu bisa ditanami porang. Ribuan petani sekitar hutan bisa hidup dari porang.

Lalu saya dibuat lupa pada porang. Diberi kesibukan luar biasa yang sia-sia. Selama empat tahun terakhir.

 

DI’s Way melakukan penanaman porang di lahan Perhutan di Blora. Waktu masih
menjadi sesuatu. 27 April 2013 silam

Tiba-tiba dunia porang sudah lebih sibuk dari saya. Berkembang ke mana-mana. Sampai ke Ponorogo. Bahkan sudah menjadi tanaman komersial. Yang saya maksud komersial adalah: tanahnya sewa. Khusus untuk porang. Punya karyawan khusus. Untuk menanam dan memelihara. Investornya pun sudah bisa dapat untung.

Investor pertamanya ya pak guru Marni itu. Kini sudah bisa sewa tanah 5 ha. Punya 12 karyawan. Baru saja panen 40 ton. Harga perkilogramnya Rp 7.000. Dapat uang Rp 280 juta. “Seluruh biayanya hanya sekitar Rp 90 juta. Termasuk sewa tanahnya,” ujar Pak Marni. Hitung sendiri untungnya.

DI’s Way dengan Pak Lurah dan petani porang di Desa Ngrayun, Ponorogo.

Tahun ini jutaannya itu masih akan bertambah banyak. Lima hektar tanah sewaannya akan menghasilkan semua.

Bagaimana pak guru itu bisa memproduksi porang lebih produktif dari Nganjuk?”Saya beri pupuk,” kata pensiunan guru berumur 64 tahun itu.

Pupuknya kotoran hewan. Ditaruh di lubang menjelang penanaman. Setelah tumbuh, mulai diberi pupuk urea, Sp36 dan sedikit ZA. Saat tumbuh tunas baru dipupuk lagi Ponska. Beberapa kali.

Umbi porang baru bisa dipanen di tahun kedua. Agar umbinya mencapai 4 kg. Paling tidak. Atau, seperti yang saya lihat kemarin, banyak yang satu umbi beratnya 7 kg.

Pak Marni punya rumus: porangnya minimal harus 2 kg/umbi. Yang 1 kg untuk mengembalikan biaya tanah dan biaya produksi. Yang 1 kg lagi untuk laba investornya.

“Kalau per umbi bisa di atas 2 kg itu anggap saja bonus,” tambahnya.

Begitu banyak bonus pak guru itu. Bisa 5 kg per umbi. “Alhamdulillahhhh,” ucapnya.

Belakangan ini kian banyak petani yang ikut jejak Pak Marni. Jangan kaget. Sudah lebih 20.000 hektar tanaman porang di Kecamatan Ngrayun.

Dengan pola tanam yang baru. Bukan tanaman liar lagi.

Di Ngrayun saya juga bertemu Koko Suprapno. Orang Pacitan timur. Yang lagi belajar tanam porang. Tanahnya di Pacitan kini ditanami cengkeh. Koko akan menanam porang di sela-sela cengkehnya itu.

Lain lagi dengan Pak Warno. Dulu ia tidak tertarik porang. Tiap hektar hanya menghasilkan 10 ton. Kini ia ikut jejak Pak Marni.

Hanya saja Pak Warno sulit dapat benih. Yang disebut katak. Yakni buah porang yang muncul di daun. Satu daun bisa ditumbuhi 40 katak. Tapi tetap saja tidak cukup memenuhi minat baru tanam porang. “Harga katak sudah 80 ribu per kg,” ujar Pak Suwarno yang akan all out jadi petani baru porang. Setelah pensiun dari Perhutani.

Inilah yang disebut katak. Buah porang yang muncul di daun.

Pak Warno tidak khawatir akan pasar. Pasar ekspor seperti tidak terbatas. Pasar dalam negeri sangat besar.

Pabrik porang terus dibangun. Terakhir di Caruban. Kapasitas tampungnya 60 ton/jam. Mulai beroperasi Juni nanti.

Porang petani dikirim ke pabrik. Diiris-iris. Dikeringkan. Dibuat tepung. Dipisahkan kadar glukomanannya. Dari asam oskalatnya.

Campuran terbaik daging bakso adalah tepung porang. Bisa mengembang dengan tekstur yang eksotik.

Banyaknya petani baru juga tidak membuat Pak Marni gentar.

Pak Marni tambah pinter lagi. Saya dibawa ke lokasi lain. “Ini pak. Di sela-sela porang saya tanami kacang tanah. Bisa dapat 1,5 ton/hektar,” katanya. Di lokasi lain sela-selanya ditanami singkong.

DI’s Way dan para petani porang di Desa Ngrayun, Ponorogo.

Bagi Pak Marni hidup dimulai sejak pensiun.

Salah.

Sebenarnya sudah lama ia ingin hidup. Tapi selalu gagal.

Awalnya mencoba tanam jarak. Tergiur oleh program pemerintah untuk atasi krisis harga BBM dulu. Setelah panen tidak ada yang beli. Dijual tidak laku.

Lalu tanam pohon jabon. Ia tunggu selama enam tahun. Hasilnya tidak seperti yang digembar-gemborkan. Lalu tanam sengon laut. Tunggu lagi enam tahun. Hasilnya hanya Rp 10 juta. Kehilangan waktu lagi enam tahun.

Sukses baru datang setelah gagal 15 tahun.(Dahlan Iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Senin Dilantik Walikota Serang, Kamis Pensiun

Next Post

May Day di Anyar untuk Pemulihan Pariwisata

Related Posts

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang
Berita Utama

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

by Agung S Pambudi
Sabtu, 8 November 2025 22:14

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID - Disway Group menerima kunjungan Shonan Industrial Promotion Foundation (SIPF) dari Jepang. Direktur Keuangan Disway Group Verry Madur dan...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Disway Award 2024: Andra Soni Raih Penghargaan Sosok Inspiratif Generasi Muda

Dahlan Iskan Ajak Perusuh DISWAY ke Kampung Agrinex

Ibu Anak

Batu Ganjar

Next Post
May Day di Anyar untuk Pemulihan Pariwisata

May Day di Anyar untuk Pemulihan Pariwisata

Dapat Protes Relawan Prabowo-Sandi, KPU Lebak Perbaiki Salah Input Data

Dapat Protes Relawan Prabowo-Sandi, KPU Lebak Perbaiki Salah Input Data

Lima Rumah di Lebak Hancur Akibat Pergerakan Tanah

Lima Rumah di Lebak Hancur Akibat Pergerakan Tanah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Diskoumperindag Kabupaten Serang Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram Aman

Diskoumperindag Kabupaten Serang Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram Aman

Jumat, 24 April 2026 19:59
Rehabilitasi Hutan, PLTU Banten 2 Labuan Tanam 1.015 Pohon di Tahura Banten

Rehabilitasi Hutan, PLTU Banten 2 Labuan Tanam 1.015 Pohon di Tahura Banten

Jumat, 24 April 2026 19:53
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, Rutan Pandeglang Bentuk Desa Binaan

Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, Rutan Pandeglang Bentuk Desa Binaan

Jumat, 24 April 2026 19:52
DPMD Kabupaten Serang Targetkan Delapan Desa Naik Status Jadi Desa Mandiri

DPMD Kabupaten Serang Targetkan Delapan Desa Naik Status Jadi Desa Mandiri

Jumat, 24 April 2026 19:50
Universitas Pamulang Dorong Penguatan BUMDes Cikamunding, Lewat Optimalisasi Komunikasi Organisasi

Universitas Pamulang Dorong Penguatan BUMDes Cikamunding, Lewat Optimalisasi Komunikasi Organisasi

Jumat, 24 April 2026 18:56
Undian Simpeda 2026, Momentum Asbanda Dorong Ekonomi Daerah melalui Inovasi Pembiayaan

Undian Simpeda 2026, Momentum Asbanda Dorong Ekonomi Daerah melalui Inovasi Pembiayaan

Jumat, 24 April 2026 18:49
Diskoumperindag Kabupaten Serang Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram Aman

Diskoumperindag Kabupaten Serang Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram Aman

Jumat, 24 April 2026 19:59
Rehabilitasi Hutan, PLTU Banten 2 Labuan Tanam 1.015 Pohon di Tahura Banten

Rehabilitasi Hutan, PLTU Banten 2 Labuan Tanam 1.015 Pohon di Tahura Banten

Jumat, 24 April 2026 19:53
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, Rutan Pandeglang Bentuk Desa Binaan

Tingkatkan Ketahanan Ekonomi, Rutan Pandeglang Bentuk Desa Binaan

Jumat, 24 April 2026 19:52
DPMD Kabupaten Serang Targetkan Delapan Desa Naik Status Jadi Desa Mandiri

DPMD Kabupaten Serang Targetkan Delapan Desa Naik Status Jadi Desa Mandiri

Jumat, 24 April 2026 19:50
Universitas Pamulang Dorong Penguatan BUMDes Cikamunding, Lewat Optimalisasi Komunikasi Organisasi

Universitas Pamulang Dorong Penguatan BUMDes Cikamunding, Lewat Optimalisasi Komunikasi Organisasi

Jumat, 24 April 2026 18:56
Undian Simpeda 2026, Momentum Asbanda Dorong Ekonomi Daerah melalui Inovasi Pembiayaan

Undian Simpeda 2026, Momentum Asbanda Dorong Ekonomi Daerah melalui Inovasi Pembiayaan

Jumat, 24 April 2026 18:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Diskoumperindag Kabupaten Serang Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram Aman

Diskoumperindag Kabupaten Serang Pastikan Stok Elpiji Tiga Kilogram Aman

by Ahmad Rizal Ramdhani
Jumat, 24 April 2026 19:59

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang memastikan stok gas elpiji tiga kilogram masih aman....

Rehabilitasi Hutan, PLTU Banten 2 Labuan Tanam 1.015 Pohon di Tahura Banten

Rehabilitasi Hutan, PLTU Banten 2 Labuan Tanam 1.015 Pohon di Tahura Banten

by Purnama Irawan
Jumat, 24 April 2026 19:53

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - PLN Indonesia Power UBP Banten 2 Labuan melaksanakan penanaman 1.015 pohon di Kawasan Tahura Banten, Kecamatan Carita,...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak