Kisah rumah tangga Mona (45), nama samaran, ibarat lempar batu sembunyi tangan. Mona bingung dengan kemauan suami, sebut saja Panjul (47) yang memintanya untuk tampil cantik, tetapi enggak mau rugi mengeluarkan biaya buat perawatan. Bahkan Mona diancam bakal diceraikan. Yassalam.
“Ya kalau mau cantik memang mahal biayanya. Ini nyuruh cantik tapi enggak mau rugi, gimana sih, bingung jadinya,” keluh Mona yang ditemui Radar Banten di Alun-alun Kota Serang kemarin siang.
Penampilan Mona cukup menggoda. Mengenakan celana jeans ketat dan baju berenda warna ungu, Mona tak terlihat seperti seorang ibu beranak tiga. Bodinya dan kulitnya masih kencang kayak tarik tambang, putih mulus bersih seperti gadis usia 20-an lah. Padahal, Mona sudah belasan tahun menjadi ibu rumah tangga. Kebayang kan? Jangan ngiler ya!
Berbincang sebentar, Mona pun langsung berkeluh kesah soal suaminya dan mulai bercerita panjang lebar. Mona bercerita, bahwa Panjul sebenarnya pria yang baik dan tak perhitungan soal uang. Apalagi Panjul mempunyai usaha bisnis toko material yang berkembang dan memiliki banyak karyawan. Tentu saja kehidupan Mona pun cukup bergelimang harta. Apa yang Mona minta dulu pasti dituruti suaminya. “Pokoknya urusan duit, dulu suami enggak masalah,” pujinya.
Padahal, sebelumnya baik Mona maupun Panjul berasal dari keluarga kekurangan di kampungnya di Kecamatan Pontang. Mereka menikah karena perjodohan orangtua. Setelah menikah dan mempunyai satu anak, jiwa bisnis Panjul muncul, diawali menjadi calo bahan bangunan. Setiap ada tetangga yang hendak bangun rumah, pasti menggunakan jasa Panjul untuk pembelian dan pengiriman material. “Dulu di Pontang jarang ada tukang material,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang percaya akan jasa Panjul. Merasa sudah mempunyai cukup modal, Panjul mulai membangun usaha material kecil-kecilan. Tak disangka bisnisnya maju pesat. Kehidupan mereka langsung berubah 180 derajat. Membeli mobil pribadi, sawah, sampai membangun rumah. Tiga tahun kemudian, kebahagiaan semakin menyelimuti mereka berdua setelah dikaruniai anak kedua dan pindah ke Kota Serang. Panjul pun sukses mengembangkan usahanya. Namun, sayangnya kepindahan ke kota malah membuat Mona tak bisa mengontrol diri. Mona mulai hidup bersosialita, adu gengsi dengan kerabat dan tetangganya. Salahnya, perilaku Mona malah mendapat dukungan suami yang terus mengompori bergaul dengan orang kota dan melakukan perawatan agar selalu berpenampilan cantik. “Pas suami ngomong gitu, ya saya sih bahagia. Ya sudah deh puas-puasin perawatan kecantikan,” terangnya. AJi mumpung ya.
Benar saja, penampilan Mona berubah. Mulai dari pakaian yang dipakainya selalu glamor. Alis mata dikurut jadi mirip golok Ciomas. Namun, perubahan Mona itu justru membuat Panjul semakin sayang dan perhatian. Apalagi Mona juga pandai menjaga kondisi tubuh setelah bergabung dengan klub senam zumba yang membuat kehidupan rumah tangga mereka semakin harmonis. “Ya makanya sampai hamil lagi anak ketiga, karena dia sering enggak tahan sama saya,” umbarnya. Eaaaa.
Seiring waktu, Panjul membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan toko materialnya sehingga mengajak temannya untuk bekerja sama. Saat melihat isi tabungan yang dipegang Mona, suami langsung kaget karena uang tabungan mulai menipis. Situasi itu langsung memicu emosi Panjul yang semakin kaget ketika mendengar bahwa biaya perawatan Mona agar bisa tampil sesuai kriteria mahal harganya, mencapai belasan juta rupiah per bulan. Sekali make over bisa seharga satu motor. Sekejap sikap Panjul berubah, merasa keberatan dengan biaya yang harus dikeluarkan dari tabungan untuk perawatan Mona. “Ya seharusya dia ngertiin saya, bukannya marah-marah,” kesalnya.
Namun, saat kejadian itu baik Panjul maupun Mona tak mau mengalah. Bahkan, keduanya sempat memutuskan pisah ranjang. Pas Mona pulang ke rumah orangtua, dinasihati keluarganya agar menurut pada suami. Akhirnya Mona meminta maaf dan rela meninggalkan kebiasaan lamanya yang sering boros untuk urusan penampilan. “Sekarang mah sederhana sajalah. Toh suami juga enggak bakalan selingkuh meskipun saya enggak secantik dulu,” ujarnya. Ah masa?
Dulu Mona perawatan wajah bisa seminggu dua kali. Sekali perawatan sampai Rp600 ribu. Belum ke salon, beli mekap. “Tapi sekarang saya udah berubah dan ninggalin kebiasaan buruk yang dulu, suka foya-foya, boros. Sekarang hidup sederhana ajalah,” akunya. Syukuri apa yang ada Mbak. (mg06/zai/ags)








