CILEGON – Polres Cilegon menduga penyebab kematian Ratna Simanjuntak kabar bunuh diri.
Wanita berusia 50 tahun itu ditemukan terkapar bersimbah darah di kediamannya, sebuah rumah toko (ruko) yang berada di komplek Pondok Cilegon Indah (PCI), Blok D58, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, pada Selasa (27/8).
Dugaan itu mengacu pada keterangan yang berhasil dihimpun dari saksi-saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), hasil otopsi dokter, serta analisas rekaman CCTV milik Chandra Asri Sport Hall yang berada persis di depan rumah korban.
Kapolres Cilegon Rizki Agung Prakoso menjelaskan, sejumlah saksi menuturkan beberapa hari sebelum ditemukan tewas, korban beberapa kali terdengar mengeluh dan ingin hidupnya segera berakhir.
Selanjutnya, dari rekaman CCTV, tidak terlihat orang lain yang masuk ke rumah korban dalam kurun waktu peristiwa itu terjadi.
“Kemudian, tidak ada tanda-tanda perlawanan, kalau dibunuh kan pasti ada bekas perlawanan,” ujar Rizki kepada wartawan di Mapolres Cilegon, Jumat (6/9).
Dari sejumlah keterangan itu, korban diduga nekat menghabisi nyawanya karena depresi menghadapi persoalan ekonomi. Korban memilih mengakhiri hidup dengan menusukkan pisau dapur ke leher, kemudian ke perut.
Meski bunuh diri menjadi dugaan kuat, menurut Rizki, dugaan itu masih bersifat sementara. Jika kedepan ditemukan keterangan lagi, baik dari saksi maupun alat bukti yang mengarah ada keterlibatan orang lain dalam peristiwa tersebut, maka pihaknya akan kembali membuka kasus tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Zamrul menjelaskan, pihaknya masih melanjutkan proses pencarian keterangan atas kasus tersebut. Namun hingga saat ini belum ada satu orang pun yang ditahan.
Veronica, anak korba yang pertamakali menemukan tubuh korban diizinkan untuk pulang. Saat dibutuhkan keterangan perempuan berusia 23 tahun ini harus siap datang memenuhi panggilan.
Pada Selasa (27/8) lalu kompleks PCI digegerkan dengan ditemukan seorang perempuan bersimbah darah di salah satu ruko.
Tubuh bos toko sembako itu pertamakali ditemukan oleh putrinya, Veronica, sekira pukul 09.15 WIB. Saat itu, Veronica hendak turun dari lantai dua ruko.
Veronica melihat tubuh ibunya terkapar bersimbah darah di pintu gudang bagian kanan ruko. Darah berceceran tepat di pintu yang terbuat dari kaca, dan dilapisi oleh rolling dor. Tak jauh dari tubuh Ratna ditemukan sebilah pisau dapur.
Kondisi itu pun membuat Veronica terkejut, sambil memapah tubuh ibunya, menjerit sekuat-kuatnya, meminta tolong pada tetangga yang tinggal disekitar rumah tersebut.
Dalam waktu singkat, warga pun langsung mengerumuni lokasi. Jenazah dilarikan ke RSUD Dr Drajat Prawiranegara Serang untuk kepentingan otopsi, sedangkan kepolisian langsung melakukan olah TKP dan menggali keterangan dari sejumlah saksi. (Bayu Mulyana)
Kemarau, DPRD Lebak Minta Pemkab Antisipasi Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari.
Read moreDetails









