TANGERANG – Tahun ini, Pemerintah Desa Kresek, Kecamatan Kresek, menaikkan dana pembangunan fisik menjadi Rp822 juta. Alokasi pembangunan fisik ini Rp172 juta lebih besar dibandingkan alokasi anggaran yang sama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Kresek 2018 yang Rp650 juta.
”Lumayan meningkat ya (anggaran pembangunan fisik-red) untuk tahun ini dibanding tahun lalu. Kalau 2018, kita fokus membangun jalan rabat beton atau jalan cor. Itu kita lakukan di sembilan titik yang tersebar di enam kampung. Yaitu, Kampung Kresek dua titik, Kampung Nambo dua titik, Kampung Cempaka dua titik. Sisanya Kampung Bayur, Kandanggede, dan Sukasari masing-masing satu titik,” jelas Operator Desa Kresek Ma’ruf kepada Tim Saba Desa Radar Banten, Senin (22/4).
Anggaran program pembangunan fisik tahun ini, menurut Ma’ruf, akan lebih banyak dialokasikan untuk membangun jalan perkampungan dengan paving block. Pemerintah Desa Kresek juga akan membangun rabat beton dan pengaspalan jalan dengan hotmix.
”Tahun ini memang kita dominan membangun paving block untuk jalan permukiman warga. Untuk pembangunan paving block ini, kita lakukan di tujuh titik. Di Kampung Cideng dua titik, lalu masing-masing satu titik di Kampung Kresek, Kampung Nambo, Kampung Tegal, Kampung Pasir Al-Amin, dan Kampung Cempaka. Untuk hotmix, kita bangun satu titik di Kampung Bayur, sedangkan rabat beton juga satu titik di Kampung Cideng,” papar Ma’ruf. Pemerintah Desa Kresek pun, lanjutnya, berencana membangun sarana olahraga, gedung badan usaha milik desa (BUMDes), dan tembok penahan tanah (TPT).
Soal potensi desa, kata Ma’ruf, adalah pertanian. Dari luas wilayah yang dipimpin Kepala Desa Kresek Mahrupul 383 hektare, seluas 85 hektare merupakan lahan pertanian. Desa agraris ini menjadikan penduduk desa ini mayoritas petani.
”Jumlah penduduk kami ada 9.833 orang, dengan jumlah laki-laki 4.921 orang, sedangkan perempuan 4.912 orang. Pertanian masih menjadi potensi desa kami. Kami juga punya pasar desa. Nah, kami sedang mengusahakan agar pasar desa bisa jadi potensi di desa kami,” ujar Ma’ruf.
Desa ini berbatasan dengan Desa Renged, Kecamatan Kresek, sebelah Utara. Sebelah Timur, berbatasan dengan Desa Cibetok, Kecamatan Gunungkaler. Sebelah Selatan, berbatasan dengan Desa Kandawati, Kecamatan Gunungkaler. Sementara, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Carenang, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. (pem/rb/sub)











