LEBAK – Kemarin, (29/10), Bintang Sains 2019 Kabupaten Lebak diikuti peserta dari Kecamatan Cihara. Lomba berlangsung di aula PGRI Bayah. Yang menarik, terpilihnya sepuluh finalis ditentukan soal IPA yang membahas mengenai lalat.

Lomba diikuti 92 peserta dari 23 SD. Persaingan peserta cukup sengit. Setelah soal tambahan mata pelajaran IPA dibacakan host sudah menyisakan 16 peserta. Sampai akhirnya enam peserta harus tersisih setelah gagal menjawab soal IPA mengenai lalat yang mengalami metamorfosis dengan jawaban belatung. Finalis gelaran ke-25 Bintang Sains 2019 Kabupaten Lebak itu pun merata, terdiri atas lima peserta perempuan dan lima peserta laki- laki dari beberapa sekolah.

Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Cihara Mad Tori Syuhada mengaku kagum dengan event yang digagas Radar Banten dan Banten Raya TV bekerja sama dengan Pemkab Lebak tersebut. Menurutnya, lomba yang digelar secara kreatif dan menghibur itu dapat memotivasi siswa didik untuk terus giat belajar dan mengembangkan pengetahuan. “Event yang menguji pengetahuan mata pelajaran matematika dan sains ini luar biasa. Ini bisa menjadi tolok ukur kesuksesan KBM (kegiatan belajar mengajar) di sekolah,” pujinya.

Berdasarkan hasil pantauannya selama lomba, peserta antusias mengikuti kompetisi karena menghibur tanpa menghilangkan subtansi lomba. “Saya berharap lomba jadi agenda rutin,” harapnya yang diamini Pengawas Pendidikan SD Madsani dan Sukia Atmaja di sampingnya. Ia pun optimsitis, ke-10 finalis perwakilan Kecamatan Cihara mampu berprestasi di final tingkat kabupaten.

Menurutnya, siswa binaannya secara kualitas kemampuan dan pengetahuan tidak kalah dengan siswa dari wilayah perkotaan. “Belajarnya mesti ditingkatkan dua kali lipat. Saya sudah meminta kepala sekolah memberikan bimbingan belajar tambahan,” tandasnya.

Salah satu finalis, Dini Aminarti mengaku tidak menyangka bisa menjadi bagian dari sepuluh finalis mengingat ia hanya berasal dari keluarga kurang mampu, yakni orangtuanya hanya berprofesi sebagai nelayan. “Saya sangat bersyukur bisa masuk final dan bisa membanggakan orangtua,” ucapnya.

Ia berjanji akan lebih giat belajar menghadapi final di kabupaten. Menurutnya, persaingan finalis di final akan jauh lebih ketat. “Saya ingin membuktikan anak nelayan bisa berprestasi,” tegasnya. (nce/zai/ags)









