TANGERANG – Pasar Jati menjadi perhatian Kepala Desa Jatiwaringin Nurdin S.Pd. Pasar di atas tanah milik desa seluas 4.016 meter persegi ini akan ditata, sehingga dampak pertumbuhan perekonomian masyarakat bisa lebih besar. Desa ini terletak di Kecamatan Mauk.
Keinginan Nurdin itu karena di Pasar Jati, saat ini, jumlah kiosnya tak banyak. Hanya ada beberapa kios milik pedagang. Selebihnya, adalah bangunan rumah yang dihuni oleh 50 keluarga. Nurdin berniat menjadikan Pasar Jati sebagai pasar desa. Seluruh lahannya digunakan untuk kios.
”Saya sudah mencoba bicara kepada pemerintah daerah, dalam hal ini kepada Bagian Aset Kabupaten Tangerang untuk bisa memfasilitasi desa dengan warga yang telah mendirikan bangunan di lahan milik desa tersebut. Namun, hingga kini, belum ada respons dari pemerintah daerah,” katanya kepada Tim Saba Desa Radar Banten, Selasa (7/5).

Permintaan Nurdin kepada Pemkab Tangerang itu, menurutnya, agar rencana Pemerintah Desa Jatiwaringin menjadikan Pasar Jati sebagai pasar desa bisa terwujud. ”Sebagai kepala desa, tentu harus berpihak kepada warga. Kami punya beberapa alternatif untuk bisa menggunakan lahan desa tersebut. Yaitu, dengan cara ruislagh warga ke lahan kosong, sehingga warga yang menempati lahan desa bisa menggunakan lahan kosong tersebut untuk membangun kembali rumahnya,” ujar Nurdin.
Nurdin juga menyoroti keberadaan empat sekolah dasar negeri (SDN) di desanya. Ia berpendapat, semestinya keempat SDN di satu kompleks itu dijadikan dua SDN, agar proses pembelajaran lebih efektif.
”Hal ini juga Pemerintah Desa Jatiwaringin telah mengajukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk bisa mengambil langkah strategis dalam mengupayakan lahan lewat Dinas Perumahan dan Pemukiman, untuk bisa menganggarkan pembelian lahan untuk sekolah SD,” harapnya.
Masih kata Nurdin, rencana penataan Pasar Jati dan penggabungan empat SDN tersebut menjadi prioritas dirinya dalam menata Desa Jatiwaringin ke arah lebih baik. ”Untuk tahun ini, mudah-mudahan kami juga bisa melakukan rehabilitasi kantor desa. Jika dilihat, memang kantor desa ini sudah tidak layak untuk mengembangkan pelayanan terpadu,” tukasnya.
Ungkapan senada disampaikan Kasi Pembangunan Desa Jatiwaringin Kusma. Ia mengaku, pembangunan infrastruktur di desanya berjalan sesuai harapan. Pembangunan fisik menjadi hal penting dalam memajukan desa.
”Bersama masyarakat, kami senantiasa berada untuk terus memajukan desa kami tercinta ini, agar desa ini menjadi desa yang bisa diharapkan oleh masyarakat,” pungkas Kusma. (pem/rb/sub)









