Sudah seminggu lebih Susi (24) nama samaran, tidak berbicara dengan suami, sebut saja namanya Yudi (26). Hal itu karena Yudi ketahuan berbohong, ngakunya kerja, eh malah godain gadis desa.
Ditemui Radar Banten di toko kelontong milik ibunya di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Senin (30/8) siang, Susi saat itu sedang curhat dengan temannya sambil melayani pembeli. Ketika diajak bercerita lebih banyak, ia tak menolak.
Susi sangat marah dan merasa dikhianati, soalnya Yudi sudah dua bulan menganggur sejak dipecat gara-gara pandemi. Selama itu ia mengandalkan uang tabungan istri bahkan sampai minta ke orangtua untuk modal cari kerja, eh tahunya malah asyik-asyikan nongkrong di pinggir jalan.
Padahal, Susi selama ini sangat patuh dan menjaga kepercayaan atas janji cinta keduanya. Kata Susi, kalau ia ingin berkhianat, ada banyak lelaki yang mau padanya. “Huh, di Facebook, Instagram, pada buanyak cowok yang ngajak genit, tapi saya tolakin karena ya udah punya suami,” katanya.
Maklum, Susi dan Yudi baru menikah tahun lalu, hubungan mereka sedang pada tahap saling beradaptasi. Belum bisa benar-benar sepenuhnya menjaga perasaan dan ikatan pernikahan.
Apalagi, Yudi juga masih terlihat bugar, muda, dan guanteng. Wajahnya bersih, matanya sedikit sipit, rambutnya ala-ala artis korea. Awalnya ia bekerja di pabrik elektronik di Tangerang, tapi ya akhirnya sekarang menganggur.
Sedangkan Susi dari remaja sudah membantu orangtua berjualan kelontongan. Urusan ekonomi sih ia tak masalah, ia bisa membiayai hidupnya sendiri, jika ingin apa-apapun, selalu membeli sendiri.
Pertemuannya dengan Yudi bermula saat Susi membeli ponsel di salah satu Mal di Tangerang, waktu itu Yudi yang sedang mengantar barang dari pabrik ke toko ponsel, curi kesempatan dengan modus menyarankan ponsel yang bagus dan cocok kepada Susi.
Susi yang saat itu kebingungan pun merasa terbantu oleh saran Yudi, sebagai ucapan terimakasihnya, ia tak menolak saat Yudi meminta nomer teleponnya agar bisa saling kenal. Ehm, akal bulus.
Sejak itulah mereka mulai dekat, apalagi Yudi juga tak gentar walau harus bulak-balik Serang-Tangerang demi Susi. Empat bulan saling pendekatan, Yudi langsung mengajak ke pelaminan.
Kedua keluarga pun melangsungkan proses lamaran terlebih dahulu, barulah kemudian saling sepakat untuk menikahkan Yudi dan Susi. Keduanya resmi menjadi suami istri pada Januari 2020, mereka sempat mengontrak di Tangerang.
Saat itu sih keduanya masih harmonis, biasalah, pengantin baru. Rasa cinta dan sayangnya masih berbunga-bunga setiap hari, bahkan, meski hanya bisa makan dengan mi instan di akhir bulan, Susi tetap bisa tersenyum manis pada Yudi.
Hingga akhirnya musibah itu datang, Yudi dipecat. Mereka sempat bertahan dua bulan, sampai akhirnya sulitnya keuangan tidak mampu lagi membuat mereka bertahan, Yudi dan Susi pulang ke Serang. “Saya mulai bantuin di toko ibu lagi,” katanya.
Sedangkan Yudi saat itu mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, sambil cari kerja atau peluang usaha. Sebulan kemudian ia mulai punya teman, setiap hari, untuk ongkos keluar ia meminta uang pada Susi.
Tapi ternyata, bukannya cari kerja, Yudi malah keasyikan nongkrong bareng teman-teman sambil godain gadis desa. Hal itu pun diketahui Susi lantaran ada temannya di kampung tempat Yudi nongkrong yang melapor. “Saya ditunjukin bukti foto, sumpah kesel, malu, suami enggak tahu diri,” katanya.
Sampai sekarang, Susi masih malas berbicara pada Yudi. Meski sudah meminta maaf, tapi sakit hatinya masih terasa. “Kalau tahu gitu mending uangnya saya tabung aja, ibu saya juga sampe kesel jadinya,” tukas Susi. Duh, sabar ya Teh. (drp/alt)











