Penjurian Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang sudah dimulai sejak 30 Agustus 2021, namun semarak penyambutan warga masih terasa kendati menerapkan protokol kesehatan. Penjurian ini, seolah menjadi ajang pesta warga.
Daru Pamungkas – Serang
Di setiap RT, saling mempersiapkan penyambutan bagi para tim juri. Mereka tak hanya menyiapkan kondisi lingkungan yang bersih, hijau, dan indah, namun juga kudapan makanan tradisional, grup kasidah ibu-ibu, hingga atraksi silat anak-anak.
Apa yang dilakukan warga ini, bukan merupakan bentuk upaya mencuri hati para juri, melainkan semacam ungkapan rasa syukur lantaran kerja keras dan perjuangan mereka selama ini dalam mengubah lingkungan yang awalnya kumuh, menjadi bersih.
Seperti yang dilakukan warga Lingkungan Pekijing, RT 15 RW 08, Kelurahan Kalang Anyar, Kecamatan Taktakan. Bapak-bapak, pemuda, dan ibu-ibu mengenakan seragam kebanggan mereka untuk menyambut kedatangan tim juri.
Ada pula grup musik tradisional asli warga setempat yang dimainkan selama proses penilaian. Setelah penilaian, juri diajak makanan tradisional yang terbuat dari singkong, ubi dan jagung. Semua bahan-bahan tersebut diambil langsung dari kebun warga.
Setelah diambil dari kebun, ibu-ibu mengolahnya menjadi berbagai macam makanan. Mereka begadang semalam suntuk agar hasil masakannya masih hangat dan enak ketika disajikan kepada tim juri. “Warga seneng banget hasil karya masakan mereka dimakan juri,” kata Ketua Pemuda Pekijing Budi Adi, Kamis (2/9).











