SERANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), mendorong mahasiswanya untuk aktif melakukan aksi kemanusiaan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Dekan FISIP Untirta bekerjasama dengan Relawan Kampung Indonesia dan relawan Fesbuk Banten News yang selama ini konsen dalam pengembangan kepedulian sosial kemanusiaan.
Penandatangan kerjasama dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung FISIP Untirta, Selasa (7/9). Dihadiri langsung Dekan FISIP Untirta Prof A Sihabudin, dari relawan fesbuk Banten news (FBn) direktur Lulu Jamaludin dan dari Relawan Kampung direkturnya M Kirdiat. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Direktur LSM Rekonvasi Bhumi.
Usai penandatangan MoU, Dekan FISIP Untirta A Sihabudin mengatakan, kerjasama tersebut merupakan pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang di dalamnya ada tiga poin yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat itu merupakan salah satu dari poin ketiga.
“Dengan adanya nota kesepahaman ini, kami mendorong agar mahasiswa melakukan pengabdian kepada masyarakat. Karena kampus bukan menara gading. Tapi harus terjun langsung mengabdikan diri apapun yang telah didapatkan di perkuliahan kemudian diterapkan di masyarakat,” katanya.
Sihabudin berharap, mahasiswa ikut berpatisipasi dalam aksi sosial kemanusiaan yang dapat berkontribusi dalam melakukan analisis sosial, pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.
“Termasuk mendokumentasi dan mempublikasikan kegiatan sosial kemanusiaan yang diselenggarakan mitra dalam rangka empati dan kepedulian masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Relawan Kampung, M Arif Kirdiat mengatkan, banyak yang bisa dikerjakan mahasiswa saat nanti bergabung dengan relawan kampung. Mulai dari menganalisa laporan infrastruktur rusak, mendokumentasikan hingga bersama-sama membangun.
“Relawan Kampung Indonesia merupakan yayasan yang bergerak dibidang pembangunan jembatan di pelosok Indonesia, dengan tujuan perndiriannya adalah untuk membantu masyarakat yang tak terjangkau oleh program infrastruktur pemerintah, yang operasionalnya berasal dari kolektif bersama relawan dan donatur dari berbagai lembaga,” kata Arif Kirdiat. (Deni S)











