SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah menyoroti dampak tekanan ekonomi global yang mulai dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dan bahan bangunan. Di tengah kondisi tersebut, ia meminta masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang berkembang.
Menurut Dimyati, gejolak ekonomi yang terjadi saat ini bukan hanya dialami Indonesia, tetapi juga berbagai negara di dunia. Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan harga minyak dunia berdampak langsung terhadap harga sejumlah komoditas di dalam negeri, termasuk di Provinsi Banten.
“Sikon ini bukan hanya nasional, internasional. Jadi memang sikonnya lagi kurang bagus. Dolar naik, minyak naik, semua bahan bangunan naik, bahan pokok naik, semua naik. APBD di Banten juga turun, itu yang jadi persoalan,” kata Dimyati, Jumat 19 Juni 2026.
Ia mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah karena berpengaruh terhadap kemampuan fiskal daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, Dimyati meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan menjaga suasana yang kondusif. Menurutnya, stabilitas sosial menjadi modal penting agar daerah dapat menghadapi dampak perlambatan ekonomi global dengan baik.
“Yang diperlukan sekarang kesabaran. Kita harus sama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dimyati juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan jajaran TNI melalui Babinsa dan Danramil merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah. Aparat teritorial dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga dapat menjadi penghubung antara pemerintah dan warga di tingkat bawah.
“Babinsa dan Danramil lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatannya harus humanis, kebersamaan, dan merangkul masyarakat,” katanya.
Menurut Dimyati, apel siaga yang digelar tersebut menjadi langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di tengah situasi ekonomi dan dinamika global saat ini.
“Ini bagian untuk bagaimana siap siaga menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, baik ancaman luar maupun ancaman dalam,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Banten berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban sehingga kondisi daerah tetap kondusif di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.
Editor: Bayu Mulyana









