Seluruh usaha tidak luput dari dampak masa krisis, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah). Para pengusaha menjadi kelabakan karena tidak siap menghadapi situasi dan kondisi yang tak terduga, yang mengancam keberlangsungan usahanya. Seperti kekacauan rantai pasokan, hilangnya peluang kerja sama usaha, utang, arus kas yang buruk, penipuan oleh karyawan, hingga perubahan cara berinteraksi dan berkomunikasi.
Namun, bukan berarti menyerah begitu saja. Ada beragam usaha yang mampu bertahan, bahkan makin melesat di kala pandemi. Berikut ini tipsyang bisa diterapkan agar mampu bertahan di tengah krisis usaha.
Terapkan Teknik Pemasaran Hemat Budget.
Pemasaran biasanya menjadi bagian pertama yang dipangkas oleh usaha yang sedang bertahan di tengah krisis usaha. Namun, dengan berkurangnya periklanan dan pemasaran, prospek malah menjadi turun dan berisiko mengakibatkan lingkaran setan.
Solusinya, jangan kurangi aktivitas pemasaran, tetapi gantikan dengan alternatif hemat budget. Opsi yang dapat dipilih, misalnya, memperluas koneksi dan relasi dengan komunitas bisnis, SEO, email marketing, dan pemasaran daring melalui iklan Instagram.
Cermat Dalam Memangkas Biaya
Saat Anda mencoba untuk bertahan di tengah krisis usaha, pemangkasan biaya merupakan langkah yang biasa diambil oleh perusahaan. Namun, tidak boleh sembarangan melakukannya, terutama jika Anda memiliki usaha kecil.
Para pelaku UMKM harus memangkas dana secara presisi. Jangan terlalu banyak memotong biaya yang malah berisiko membuat usaha tidak dapat dipulihkan. Jangan pula memotong terlalu sedikit supaya arus kas tidak bermasalah. Jadi, tentukan secermat mungkin hal-hal dan jumlah yang perlu dipangkas, ya!










