Jangan Ulangi Kesalahan
Sangat mudah untuk kembali pada kesalahan yang sama ketika menghadapi situasi sulit seperti ini. Pernah gagal menjalin kerja sama? Pernah salah menggunakan teknik pemasaran? Pernah melakukan sesuatu yang mengecewakan pelanggan? Kalau begitu, sekarang, jangan sampai mengulangnya lagi dan telitilah dan merencanakan setiap langkah.
Fokus Pada Hal Fundamental
Saat usaha lancar, presentasi pemasaran atau penjualan biasanya tidak terlalu berefek, tetapi tetap membuahkan hasil. Berbeda dengan mempertahankan usaha di tengah masa-masa sulit, Anda mau tidak mau harus kembali ke prinsip fundamental. Pemeriksaan finansial secara berkala, mengelola relasi dengan pelanggan, dan menyediakan pelatihan promosi merupakan sebagian dari hal-hal fundamental yang perlu ditilik kembali.
Tetap Terhubung Dengan Rekan-Rekan
Dikutip dari buku terlaris karya James Surowiecki, The Wisdom of Crowds, kearifan khalayak lebih baik ketimbang seorang diri. Dengan menerapkan filosofi ini, Anda dapat menghubungkan usaha dengan asosiasi perdagangan atau kelompok UMKM. Langkah ini berguna untuk mengumpulkan wawasan dan mencari tahu praktik terbaik yang perlu diaplikasikan ketika usaha mengalami masa-masa sulit.
Cari Peluang Di Luar Zona Nyaman
Biasanya, usaha kecil cenderung berfokus pada sektor lokal, baik soal lokasi maupun pemasaran. Namun, di kala Anda tengah bertahan di tengah krisis usaha, keluar dari “zona nyaman” bisa berpotensi mendatangkan keuntungan yang menjanjikan. Anda bisa mulai mempelajari jual beli internasional. Selain memperluas target pasar, perdagangan seperti ini mampu menaikkan tingkat permintaan barang atau jasa.
Manfaatkan Perkembangan Zaman
Tidak perlu ragu untuk memanfaatkan perkembangan teknologi di zaman ini. Contohnya, pemanfaatan media sosial, pembayaran nontunai, dan alat kasir digital. Media sosial berpengaruh besar di masa-masa krisis, termasuk Covid-19. Menurut Smart Insights, lebih dari setengah penduduk dunia menggunakan jejaring sosial.
Oleh karena itu, banyak langkah usaha yang bisa dilakukan dengan platform-platform sosial yang ada. Misalnya, berdiskusi dengan partner usaha, memasarkan produk, serta berkomunikasi dengan pelanggan.
Bukan itu saja, kebutuhan pelanggan terus berubah mengikuti pasar. Pembayaran nontunai menjadi solusi tepat untuk memenuhinya. (Sumber: gobiz)










