Bisnis laundry pakaian berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari menjamurnya para penyedia jasa pencucian pakaian skala rumahan hingga pelosok. Ada cuci pakaian dengan model full services, ada juga laundry koin.
Pada laundry koin, konsumen sendiri yang harus melakukan pencucian tersebut. Sementara pemilik usaha hanya menyediakan fasilitas pencuciannya, yaitu berupa mesin cuci dengan koin (lounderettes), sehingga disebut laundry koin.
Dikutip dari kerjausaha.com, dalam penyediaan jasa cuci model self services ini, ada beberapa kelebihan yang bisa anda tawarkan ke pelanggan. Anatara lain, Lebih privat karena pakaian tidak disentuh pekerja laundry atau tercampur dengan pakaian pelanggan lain. Kemudian, proses pencucian sampai proses pengeringan lebih cepat, hanya 1-2 jam sehingga langsung bisa dibawa pulang. Sedangkan laundry biasa umumnya membutuhkan waktu 2-3 hari agar pakaian bisa diambil. Lebih murah karena pelanggan hanya perlu membayar jasa mesinnya saja. Ketika menunggu, para pelanggan dapat melakukan sosialisasi dengan pelanggan lain, sehingga pusat laundry koin tersebut bisa menjadi tempat yang menyenangkan.
Sementara sebagai pelaku usaha, ada beberapa keunggulan yang akan anda dapatkan, di antaranya: lebih sedikit membutuhkan pekerja, tidak memerlukan banyak ruang untuk penjemuran dan penyimpanan pakaian pelanggan, dan risiko komplain pelanggan lebih kecil karena sifatnya self services.
Selain itu, ada peluang bisnis lain yang bisa anda kembangkan, misalnya cafe internet, game center, atau rental buku untuk mengatasi waktu luang pelanggan anda. Dibalik kelebihan-kelebihan tersebut, tentu ada beberapa hal yang mungkin kurang menjadi daya tarik konsumen, misalnya kurang praktis karena pelanggan harus mencuci sendiri (self service). Harus menunggu di tempat laundry sehingga dikatakan kurang efesien waktu, apa lagi jika harus mengantri.
Sebagai calon pelaku usaha laundry koin, tantangan terberat yang harus dihadapi adalah masalah permodalan. Membangun bisnis jasa laundry koin idealnya membutuhkan modal sekitar Rp200 jutaan, yang akan digunakan untuk belanja mesin sekitar tiga unit (harga satu mesin laundry koin kapasitas 6 kg sekitar Rp50jutaan.











