Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSUD Labuan dan Cilograng
Pemprov Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten melakukan pembangunan RSUD Labuan di Kabupaten Pandeglang dan RSUD Cilograng di Kabupaten Lebak tahun ini. Pembangunan dua rumah sakit di Banten bagian selatan itu sebagai wujud komitmen Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam pencapaian misinya yang keempat yakni meningkatkan akses dan pemerataan layanan kesehatan yang berkualitas di seluruh wilayah Banten.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, pembangunan dua rumah sakit ini sebagai salah satu pemenuhan RPJMD Provinsi Banten tahun 2017-2022 dalam pelaksanaan layanan kesehatan. “Semoga RSUD ini dapat memberikan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah selatan Banten,” ujar Andika usai peletakan batu pertama pembangunan RSUD Labuan dan RSUD Cilograng di Labuan, Kabupaten Pandeglang, Selasa (8/3).

Rencananya, pembangunan kedua rumah sakit itu rampung di Oktober nanti. Meskipun pembangunannya rampung tahun ini, tetapi kedua rumah sakit itu baru dapat beroperasional setelah kebutuhan alat kesehatan dipenuhi tahun depan. Rencananya, tenaga kesehatan juga akan direkrut tahun depan dengan memprioritaskan warga sekitar. Sedangkan anggaran untuk alat kesehatan bagi dua rumah sakit itu sekira Rp200 miliar. Sementara tenaga kesehatan yang diperlukan sebanyak 400 orang untuk kedua rumah sakit tersebut.
Andika berharap, adanya pembangunan kedua rumah sakit ini dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. “Agar masyarakat yang ada di perbatasan wilayah Provinsi Banten dengan Jawa Barat bisa ditangani di daerah kita sendiri, dimudahkan, didekatkan. Rumah sakit ini juga dapat menjadi rumah sakit rujukan bagi puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah selatan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, jumlah rumah sakit dan tempat tidur rumah sakit di Banten sudah memenuhi standar hak asasi manusia yang ditetapkan. Namun, keberadaan rumah sakit didominasi di wilayah Tangerang Raya. Untuk itu, perlu adanya pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan rujukan di wilayah selatan Banten.

RSUD Labuan dibangun di atas lahan 6.952 meter persegi dan total bangunan 8.581 meter persegi dengan jumlah tempat tidur sebanyak 128 unit. Pemprov juga berencana membebaskan lahan lagi seluas 8 ribu meter persegi untuk lahan parker dan mes pegawai RSUD Labuan. Sedangkan RSUD Cilograng dibangun di atas lahan 30.285 meter persegi dan bangunan seluas 8.638 meter persegi dengan jumlah tempat tidur sebanyak 138 unit.
Meskipun rencananya kedua rumah sakit masih tipe c, tetapi fasilitas layanan kesehatan yang diberikan untuk masyarakat cukup lengkap. Antara lain instalasi rawat jalan terdiri dari poli umum, poli gigi, dan sembilan poli spesialis. “Ditambah instalasi bedah sentral, instalasi gawat darurat, instalasi rawat inap dewasa dan anak. Selain itu ditambah layanan penunjang medis lainnya, antara lain radiologi, instalasi farmasi dan laboratorium, serta bank darah,” ujarnya. (*)











