SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Delapan remaja berbuat ulah di Tol Tangerang-Merak. Demi konten video, para remaja ini mengadang sebuah truk yang melintas. Video aksi berbahaya ini viral di media sosial (medsos).
Aksi menghadang truk ini terjadi di Tol Tangerang-Merak, KM 67.400 A, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. Video berdurasi delapan detik yang beredar di medsos, itu terlihat dua orang remaja mengadang truk besar berwarna hijau. Sementara satu orang lagi duduk menonton aksi kedua rekannya dari pinggir jalan tol.
Video tersebut membuat gerah petugas PJR Korlantas Mabes Polri. Ketiga remaja itu dengan mudah diidentifikasi oleh petugas. Ketiganya adalah TMY (13), Ri (15) dan Sy (14).
Kamis (16/6) sore, Satgas Mandala dan Patroli Astra Infra Road Toll Tangerang-Merak berhasil mengamankan ketiganya. Petugas juga mengamankan lima orang remaja lainnya. Yakni, Sh (15), KH (15), SH (14), Iq (17) dan Di (16). Kelimanya masih satu kelompok dengan ketiga remaja tersebut. “Alhamdulillah, kami dapat mengungkap video viral terkait penyetopan mobil di dalam tol, dengan menangkap dan mengamankan 8 remaja sebagai kelompok tersebut,” kata Kepala Induk PJR Serang Timur Komisaris Polisi (Kompol) Wiratno, kemarin (17/6).
Delapan remaja berstatus pelajar itu mengakui perbuatannya. Aksi berbahaya di jalan bebas hambatan itu dilakukan untuk kepentingan konten video. “Pelaku penyetopan yang di tol identik dan serupa dengan kelompok yang diarteri, Ternyata hanya untuk konten mereka saja,” kata Wiratno.
Untuk proses lebih lanjut, delapan remaja tersebut telah diserahkan petugas ke Mapolsek Walantaka.
Kapolsek Walantaka Inspektur Polisi Satu (Iptu) Ferry Andriatna mengatakan, delapan remaja itu hanya dilakukan pembinaan. “Serta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” kata Ferry.
Ferry juga memanggil orangtua dari delapan remaja untuk menjadi saksi dan ke depan memberikan pengawasan lebih.
“(Orangtua-red) Meminta maaf atas perilaku dan perbuatan yang telah dilakukan oleh anak-anak mereka sehingga mengganggu ketertiban umum,” katanya. (fam/nda)










