CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Cilegon hingga September 2022 mencapai lebih dari 10 ribu kasus.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon Febrinaldo usai kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA di Aula Kecamatan Cilegon, Selasa, 15 November 2022.
“Di Kota Cilegon per September 2022 ini kasus ISPA pneumonia di atas usia 5 tahun sebanyak 10.500 kasus sedangkan kasus ISPA pneumonia pada usia dibawah 5 tahun ada 1.053 kasus,” kata Febri.
Makanya untuk mengendalikan penyakit ISPA tersebut, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Provinsi Banten gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat upaya untuk pencegahan dan pengendalian penyakit ISPA.
Pada kesempatan tersebut, ia meminta kepada ibu-ibu kader untuk menyosialisasikan ke masyarakat tentang ISPA mulai dari gejala dan bagaimana pencegahannya.
“Jadi diharapkan para peserta pada sosialisasi ini bisa menyampaikan lagi ke masyarakat agar ISPA ini bisa kita kendalikan,” ujarnya.
Lanjut Febri, penyebab timbulnya penyakit ISPA disebabkan adanya virus dan bakteri yang menyerang pada manusia.
“Biasanya kalau virus itu bisa sembuh sendiri. Polusi juga jadi faktor pendukung terjadinya ISPA karena polusi udara membuat sirkulasi nafas itu tidak bagus atau tidak sehat,” ucapnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar terus tingkatkan kebersihan dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“PHBS penting agar kita terhindar dari berbagai penyakit. Selain itu juga pentilasi udara di rumah harus benar-benar standar kesehatan dan imunisasi anak juga harus lengkap untuk membentuk sistem kekebalan tubuh karena ISPA ini lebih mudah menular kepada anak-anak,” pungkasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor : Merwanda











