CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon bakal mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pedagang buah selama bulan suci Ramadhan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kandungan zat berbahaya pada buah-buahan yang beredar di pasaran.
Sidak perdana telah dilakukan sehari menjelang puasa (H-1) Ramadhan pada Rabu 18 Februari 2026. Disperindag memastikan pengawasan akan terus berlanjut sepanjang bulan Ramadhan.
Analis Perdagangan Ahli Muda pada Disperindag Kota Cilegon, Dedi Jauhari mengatakan, sidak tersebut difokuskan untuk memastikan keamanan pangan, khususnya buah-buahan yang banyak dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa.
“Ini yang pertama jelang Ramadan kami lakukan sidak untuk memastikan makanan, terutama buah-buahan, dipastikan aman,” ujarnya pada Jum’at 20 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sidak dilakukan bersama tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Tim melakukan pengambilan sampel secara acak (random sampling) di sejumlah titik penjualan buah di Kota Cilegon.
“Makanya kemarin bersama tim, Dinkes dan DKPP kita lakukan sidak di beberapa tempat. Setelah diuji di laboratorium melalui rapid test, alhamdulillah semua aman,” katanya.
Dedi mengakui, pengawasan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya kandungan bahan kimia berbahaya pada buah, seperti pengawet yang dapat mengganggu kesehatan konsumen.
“Kekhawatiran kita ada kandungan kimia yang berbahaya untuk kesehatan. Karena ada beberapa paguyuban pedagang yang pernah mengadukan juga terkait buah-buahan yang disinyalir seperti itu, makanya kita lakukan random sampling. Alhamdulillah hasilnya negatif,” jelasnya.
Adapun jenis buah yang diuji antara lain jeruk, apel, pir dan anggur, khususnya buah impor. Menurutnya, buah impor menjadi perhatian karena proses distribusinya membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Jeruk, apel, pir dan anggur yang kita uji sampel yang diimpor. Karena secara diimpor dari negara lain butuh waktu lama untuk sampai ke kita, takutnya dipakai pengawet atau lilin dan lainnya, makanya kita uji,” ungkapnya.
Dedi menegaskan, sidak tidak hanya menyasar buah-buahan. Sepanjang Ramadhan, pengawasan juga akan dilakukan terhadap komoditas lain, termasuk sayuran dan bahan pokok lainnya.
“Itu nanti kita agenda sepanjang bulan Ramadhan, bukan cuma buah tapi termasuk komoditas lain, termasuk sayuran. Karena memang pasti ada peningkatan aktivitas jual beli konsumen, termasuk musim parsel juga jadi atensi,” tuturnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











