Bencana alam gempa bumi yang terjadi pada hari Senin 21 November 2022 di Kabupaten Cianjur dengan kekuatan 5,6 Magnitudo menggugah banyak lapisan masyarakat, relawan dan instansi pemerintah untuk turut membantu masyarakat yang terdampak akibat bencana alam ini. Tidak terkecuali dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten.
BPBD Banten mengerahkan sekitar 21 personel untuk membantu penanganan pasca gempa di Cianjur. Mereka diberangkatkan sejak Senin 21 November 2022 beberapa jam setelah bencana terjadi.
“BPBD Banten mengirim sekitar 21 personel, kemudian bergabung dengan BPBD kabupaten/kota se-Banten termasuk relawan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana, Selasa (22/11/2022).
Selain menerjunkan personel, BPBD Banten juga mengirimkan sejumlah peralatan dan logistik di antaranya mobil Komunikasi Satelit, Mobil Box, Mobil Dalmas serta logistik berupa sembako 200 paket, kantong mayat 60 Lembar, unit tenda pengungsian dan 2 unit lampu light tower.
Kemudian satu unit genset, dua buah meja, 10 buah kursi, 6 unit velbed, 2 unit Jack Hamer dan 1 unit mesin cuting baja.
“Kami membawa mesin cuting baja karena banyak reruntuhan beton dan besi. Kemudian tentunya diperlukan penanganan cepat mengevakuasi warga yang terluka atau terjebak reruntuhan,” ujarnya.
“Kami terus bersinergi dengan berbagai pihak yang ada di lokasi bencana dalam menangani pasca bencana alam ini,” ujarnya menambahkan.
Nana menjelaskan, pada Selasa (22/11/2022), para personel dibagi menjadi tiga tim yang disebar di sejumlah titik wilayah terdampak gempa di Desa Rancagoong, Kec. Cilaku-Kabupaten Cianjur.
“Mulai dari penyisiran korban di Kadudampit, pembersihan puing-puing rumah terdampak dan pemasangan tenda pengungsian dari BNPB di Kadudampit,” tutur Nana.
Personel terdiri atas BPBD Provinsi Banten, Satpol PP Provinsi Banten, BPBD Kota Serang, BPBD Tangsel, Satpol PP Tangsel, Pramuka Peduli Cianjur, Mapala Mahabanten, dan BPBD Provinsi Jabar.
“Kita berdoa agar bencana ini segera berlalu dan kita semua diberi kekuatan untuk menghadapinya,” ucapnya.
Diketahui, gempa Magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin (21/11/2022) di Kabupaten Cianjur mengakibatkan lebih dari 162 orang meninggal dunia dan ribuan bangunan rusak berat maupun rusak ringan. (Adv)*











