SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Provinsi Banten dan DKI Jakarta akan berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, mengungkapkan sebagian besar wilayah di Banten akan mengalami sifat musim kemarau di bawah normal.
“Sekitar 77 persen wilayah di Banten diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, sementara di DKI Jakarta sekitar 67 persen wilayah juga mengalami kondisi serupa,” kata Hartanto, Senin 27 April 2026.
Selain itu, sebanyak 62 persen wilayah di Banten diperkirakan mengalami awal musim kemarau yang lebih maju dari biasanya. Sementara di DKI Jakarta, seluruh wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih awal.
Untuk puncak musim kemarau, BMKG memproyeksikan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026 di Banten, dan Agustus 2026 di DKI Jakarta.
“Durasi musim kemarau diperkirakan berlangsung antara 13 hingga 27 dasarian di Banten dan 13 hingga 24 dasarian di Jakarta,” jelasnya.
Hartanto mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak musim kemarau yang lebih kering, seperti kekeringan, kebakaran lahan, hingga gangguan sektor pertanian.
Ia juga menekankan pentingnya memantau informasi resmi BMKG sebagai acuan dalam mengambil langkah mitigasi.
“Informasi terbaru dapat diakses melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat mendapatkan data yang akurat dan terpercaya,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana











